SUKABUMIUPDATE.com - Upaya pencarian dua pemancing yang hilang terseret ombak besar di Pantai Cikeueus, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, membuahkan hasil.
Pada hari ketiga pencarian, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu korban bernama Deni Setiawan (35 tahun), warga Palabuhanratu, dalam keadaan meninggal dunia. Sementara itu, korban kedua bernama Ujang Agus (40), warga Simpenan, masih dalam proses pencarian.
Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, membenarkan penemuan tersebut.
"Iya, syukur alhamdulillah hari ini pada pukul 16.00 WIB, Basarnas bersama tim gabungan berhasil menemukan salah satu dari dua korban yang terseret arus di Pantai Cikeueus," ungkap Suryo Adianto kepada awak media, Selasa (18/11/2025).
Korban Deni Setiawan ditemukan di wilayah Pantai Cihurang, berjarak sekitar 50 hingga 100 meter dari bibir pantai Cikeueus (TKP). Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi menuju RSUD Palabuhanratu.
Baca Juga: 2 Pemancing Hilang Tersapu Ombak saat 'Strike' di Pantai Cikeueus Ciemas Sukabumi
Suryo Adianto menjelaskan bahwa identifikasi korban telah dilakukan, meskipun korban ditemukan tanpa pakaian lengkap.
"Korban yang kita temukan pakaiannya sudah tidak ada, hanya celana dalam yang menempel di korban. Kita sudah memastikan kepada pihak keluarga terkait celana dalam yang digunakan korban yang kita temukan," tambahnya.
Pihak keluarga menurut Suryo, telah mengakui bahwa korban yang ditemukan adalah anggota keluarga mereka.
"Informasi sementara, pihak keluarga bernama Deden atau Dendi yang mengakui bahwa itu korban dari keluarga mereka. Untuk kepastian lainnya kita tunggu dari pihak rumah sakit," pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, Tim SAR Gabungan masih terus berupaya mencari korban kedua, Ujang Agus.
Sebelumnya, insiden nahas yang menimpa kedua pemancing itu terjadi pada Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 08.15 WIB. Bermula ketika keduanya tengah memancing di area batu karang Pantai Cikeueus. Saat itu, keduanya berhasil mendapatkan ikan dan berupaya mengambil hasil pancingan mereka.
Tanpa disadari, gelombang tinggi tiba-tiba datang dan menghantam posisi mereka. Kuatnya terjangan ombak membuat kedua korban terpeleset dan terseret ke laut hingga tenggelam.





