Masuk 15 Besar Nasional, Inovasi Cegah Stunting Desa Purwasari Sukabumi Dipuji DPMD Jabar

Sukabumiupdate.com
Jumat 29 Agu 2025, 07:30 WIB
Masuk 15 Besar Nasional, Inovasi Cegah Stunting Desa Purwasari Sukabumi Dipuji DPMD Jabar

Kepala DPMD Jabar Mochamad Ade Afriandi. (Sumber : SU/Ibnu Sanubari)

SUKABUMIUPDATE.com – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat, Ade Afriandi, mengapresiasi inovasi yang dilakukan Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Sebagai perwakilan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Jawa Barat, Ade menyampaikan hal ini usai melakukan verifikasi lapangan lomba tingkat nasional Desa Berkinerja Baik (DBB) pelaksanaan konvergensi pencegahan dan penurunan stunting tahun 2025 di Stunting Education Centre (SEC) Desa Purwasari, Kamis (28/8/2025).

Ade memuji pendekatan layanan SEC di Desa Purwasari yang jauh lebih inovatif dibanding posyandu konvensional.

“Kalau posyandu biasanya ibu-ibu diundang datang sesuai jadwal, di Purwasari justru dikemas berbeda. Ibu-ibu bisa mendapat pelayanan kesehatan sambil beraktivitas seperti memasak atau kuliner, sementara anak-anak bisa bermain. Di situlah edukasi stunting diberikan,” jelasnya.

Menurut Ade, pendekatan ini menjadi terobosan yang patut dicontoh desa lain. Bahkan, SEC tidak hanya fokus pada stunting, melainkan juga menyentuh persoalan remaja seperti penyalahgunaan narkoba hingga ketahanan pangan. Ia mencontohkan adanya kandang kambing yang dikelola kelompok pemuda, termasuk mereka yang pernah bermasalah dengan narkoba.

Baca Juga: Desa Purwasari Wakili Jabar ke Tingkat Nasional, Lomba Desa Berkinerja Baik Pencegahan Stunting

Lebih lanjut Ade juga menyinggung program Anugerah Gapura Sri Baduga dari Pemprov Jawa Barat sebagai bentuk evaluasi kinerja desa dan kelurahan. “Setiap kecamatan menilai desa-desa di wilayahnya. Desa dengan kinerja terbaik akan mendapat stimulus Rp200 juta, lalu berkompetisi di tingkat kabupaten. Jika terbaik di kabupaten, stimulus yang diberikan Rp1 miliar,” ujarnya.

Ia menuturkan, Desa Purwasari telah menunjukkan nilai lebih melalui berbagai inovasi, termasuk revitalisasi posyandu. Revitalisasi tersebut melibatkan enam standar pelayanan minimal (SPM) seperti kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, ekonomi, sosial, hingga ketertiban umum.

Dalam proses penilaian nasional, Desa Purwasari sendiri menjadi satu-satunya wakil Jawa Barat yang lolos ke 15 besar nasional lomba desa berprestasi dalam pencegahan stunting. Ade optimistis Purwasari bisa melaju ke 5 besar.

“Alhamdulillah Purwasari masuk 15 besar. Selanjutnya akan dipilih 5 besar. Kami optimis Purwasari bisa melaju,” kata Ade.

Kepala DPMD Kabupaten Sukabumi, Gun Gun Gunardi, menambahkan bahwa seleksi Desa Purwasari telah melalui proses ketat dari tingkat kabupaten hingga nasional. 

“Secara nasional ada 72 ribu desa. Dari proses saringan administrasi, tingkat kabupaten, hingga provinsi, akhirnya Purwasari terpilih mewakili Jawa Barat dan masuk 15 besar nasional,” ungkapnya.

Gun Gun menyebut, inovasi menjadi faktor utama Purwasari unggul dibanding desa lain. “Ada tiga indikator yang dinilai, yakni Stunting Education Centre, keterlibatan langsung masyarakat dalam pemberdayaan, dan inovasi penyelesaian persoalan sanitasi. Itu yang membuat Purwasari memiliki keunggulan,” terangnya.

Ia juga menegaskan bahwa program pencegahan stunting merupakan kewajiban semua desa, bukan hanya Purwasari. “Stunting itu program nasional, jadi seluruh desa harus ikut. Kebetulan Purwasari ini punya keunggulan. Harapannya, desa-desa lain juga bisa menunjukkan inovasinya masing-masing,” pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini