SUKABUMIUPDATE.com - Di tengah sorotan publik pasca kasus dugaan perundungan yang terjadi beberapa waktu lalu, SMAN 1 Cicurug (SMANSA), Kabupaten Sukabumi, menunjukkan langkah berbenah. Selain menonaktifkan sementara guru pelaku bully, sekolah juga menegaskan perbaikan pola penanganan potensi masalah di lingkungan pendidikan.
Komitmen berbenah ini menjadi testimoni salah seorang pelajar SMANSA Cicurug pasca kejadian yang viral tersebut. Melalui aplikasi pesan media sosial, sang siswi menjelaskan bahwa saat ini proses belajar mengajar di sekolahnya relatif lebih tenang, belajar lebih nyaman.
“Guru dan sekolah yang memberikan apresiasi kepada kami yang berani mengkritik permasalahan tersebut. Saat rapat penyelesaian masalah itu, tidak ada satupun guru yang! memojokan kami,” ucapnya.
Baca Juga: DPRD dan Pemkab Sukabumi Sepakati KUA-PPAS 2026, Fokuskan Anggaran Sesuai RPJMD
Ia berharap kasus ini secepatnya berlalu, sehingga pelajar serta guru SMANSA Cicurug bisa fokus untuk mengejar prestasi. “Banyak hal hal yang baik tentang sman 1 cicurug karena sekolah ini banyak prestasinya. Banyak guru baik yang bisa memotivasi pelajar untuk lebih berprestasi.
Kepada sukabumiupdate.com, Kepala SMAN 1 Cicurug, Agus Hernawan, menegaskan bahwa saat ini sekolah yang dipimpinnya tengah kembali fokus untuk membina prestasi para murid. Untuk kasus guru pelaku bully, sekolah sudah memberikan sanksi nonaktif, dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada Dinas Pendidikan Jawa Barat.
“Kami kembali fokus untuk mendorong capaian para siswa,” ungkap Agus.
Baca Juga: Tragedi Ojol Dilindas Rantis Brimob: Prabowo Perintahkan Pengusutan Tuntas dan Transparan
“Alhamdulillah, di bulan Agustus 2025 ini, siswa kami meraih prestasi membanggakan di berbagai bidang. Karate, panahan, dan olimpiade bahasa Arab, semuanya membawa nama baik sekolah hingga tingkat nasional,” sambung Agus.
Selain prestasi siswa, Agus menambahkan bahwa SMAN 1 Cicurug juga tengah menjalin kerja sama internasional dengan perusahaan Boeing melalui program CSR di bidang pelatihan bahasa Inggris. Program ini dilakukan secara daring hingga November 2025 dan akan ditindaklanjuti dengan kunjungan langsung dari pihak Boeing ke sekolah.
Meski demikian, ia mengakui masih ada keterbatasan sarana, khususnya di bidang olahraga panahan. “Kami tidak punya guru khusus panahan, jadi anak-anak berlatih di klub. Peralatan juga terbatas, hanya ada lapangan,” jelasnya.
Baca Juga: Ahmad Sahroni Dicopot dari Wakil Ketua Komisi III DPR, Imbas Ucapannya yang Viral
Namun keterbatasan itu tidak mengurangi semangat sekolah untuk mendukung siswanya berprestasi. “Anak-anakku, jangan berhenti sampai di sini. Waktu masih panjang, peluang masih banyak. Teruslah berprestasi supaya bisa jadi kebanggaan sekolah dan daerah,” pesan Agus.
Ia berharap prestasi siswa bisa membuka perhatian lebih banyak pihak untuk mendukung fasilitas sekolah. “Mudah-mudahan ada lembaga yang melirik kami, memberikan bantuan terutama fasilitas. Tapi sekarang, kita tunjukkan dulu prestasi setinggi mungkin,” pungkasnya.
Empat siswa peraih prestasi membanggakan tersebut adalah Rafli Hadi (kelas XII F.22) bersama rekannya Juwita Permatasari (kelas XII F.41) juara Pekan Olahraga Daerah (Popda) Kabupaten Sukabumi. Keduanya akan mewakili daerah ke tingkat Provinsi Jawa Barat.
Baca Juga: Persib Bandung vs Borneo FC, Maung Bandung Berusaha Kembali Ke Jalur Kemenangan
Di bidang akademik, Muhammad Rafsan Raihan (kelas XII F.12) keluar sebagai juara 1 Olimpiade Bahasa Arab ke-8 tingkat Provinsi Jawa Barat di Bandung. Ia akan mewakili Jawa Barat ke tingkat Nasional di Jakarta pada November mendatang.
Prestasi lainnya datang dari cabang olahraga panahan. Fareza Pratama (kelas X.10) meraih juara 1 tingkat Provinsi kategori panahan tradisional teknik ground. Ia pun melaju ke tingkat nasional.
Fareza sendiri bukan wajah baru di dunia panahan. Sejak SD, ia sudah mengikuti 84 perlombaan dan berhasil membawa pulang piala di setiap kesempatan.