Duel Maut Pelajar di Sukabumi Disiarkan Live IG, 3 Orang Jadi Tersangka

Senin 12 Februari 2024, 21:10 WIB
Polisi menunjukkan barang bukti kasus duel maut pelajar di Gunungguruh Sukabumi. (Sumber : SU/Asep Awaludin)

Polisi menunjukkan barang bukti kasus duel maut pelajar di Gunungguruh Sukabumi. (Sumber : SU/Asep Awaludin)

SUKABUMIUPDATE.com - Polisi menetapkan 3 orang remaja jadi tersangka dalam duel maut yang tewaskan seorang alumni SMP berinisial MRA (17 tahun) di Kebun Jagal, Kampung Lebak Muncang, Rt 39/19, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jumat sore (9/2/2024).

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Bagus Panuntun mengatakan, ketiga tersangka atau Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) itu berinisial MRP alias A (15 tahun), MDS (17 tahun) dan MH alias I (15 tahun). Mereka ditangkap di markas dan rumahnya satu hari setelah peristiwa berdarah itu.

Menurut Bagus, total ada 15 orang yang diduga terlibat dalam aksi duel berkedok tawuran tersebut. Hingga saat ini pihaknya baru berhasil mengamankan 9 orang dengan rincian 6 masih berstatus sebagai saksi dan 3 orang ditetapkan sebagai tersangka.

“Tersangka berjumlah sementara 3 orang. Saat ini masih dilakukan pengembangan, masih ada beberapa buron. 6 orang berstatus sebagai saksi mereka tetap wajib lapor selama 1 minggu. Kemudian kedepannya wajib lapor Senin Kamis untuk efek jera," kata Bagus kepada awak media di Mapolres Sukabumi Kota, Senin (12/2/2024).

Baca Juga: Duel Maut Pelajar SMP di Gunungguruh Sukabumi, 1 Orang Tewas Ditebas Celurit

Bagus menyebut, ketiga tersangka itu memiliki peranan masing-masing. MRP selaku tersangka utama yang membawa senjata tajam jenis celurit dan membacok korban. Kemudian MDS berperan sebagai joki yang mengantarkan tersangka utama ke tempat kejadian perkara (TKP) serta ikut membantu membuang celurit ke tepi jurang tak jauh dari TKP.

Sedangkan, MH ikut berada di TKP. Dia menyaksikan duel ala gladiator itu dan ikut membantu membuang celurit serta pakaian yang digunakan oleh tersangka MRP ketika membacok korban dengan membabi buta.

"Pelaku MH ini, ikut on air, jadi ia merekam video dan memviralkan duel itu dan dimasukkan ke dalam Instagram. Namun ketika kami dengan tim mengejar para pelaku, IG ini sudah dihapus tapi kami sudah berhasil mengamankan buktinya berupa screenshot (live streaming)," tuturnya.

Kronologi Duel Maut

Lebih lanjut Bagus mengungkapkan kembali kronologi dan modus operandi duel maut itu. Bermula dari salah satu pelaku yang buron berinisial F alias I mendapatkan direct message melalui Instagram terkait ajakan untuk melakukan duel antar dua sekolah di Kecamatan Gunungguruh. Setelah itu disepakati oleh kedua pihak bahwa lokasi tempat duel di jalan raya yang jauh dari pemukiman warga.

"Kemudian MRP alias A sempat pulang ke rumahnya mengambil sajam celurit sebelum berangkat. Setibanya di lokasi, kelompok korban sebanyak 12 orang, pelaku 4 orang, mereka menggunakan sepeda motor," ungkapnya.

"Lalu dari kelompok pelaku menghampiri korban dan menanyakan 'ning ieu mah gede, ari ti urang mah leutik' (ini badannya besar dari pihak saya kecil) lalu dari pihak lawan menjawab 'have fun we, respect," tambahnya.

Kemudian terjadi perkelahian, pelaku dikejar korban dengan sebilah pisau dan mengenai helm. Pelaku kemudian menyerang secara bertubi-tubi kepada korban dengan menggunakan celurit.

"Membacokkan ke arah kaki kiri korban, ke arah wajah. Korban luka di bagian dagu memanjang ke leher sebelah kiri, luka sayat di bagian pangkal paha sebelah kiri, luka sayat di bagian ibu jari kaki kanan yang kemudian mengakibatkan korban meninggal dunia karena kehabisan darah," kata Bagus.

Dalam kasus ini, Polisi mengamankan barang bukti berupa satu bilah celurit dan satu buah helm warna hitam diduga milik pelaku yang ditinggalkan di TKP. Adapun motif duel maut ini diduga karena perselisihan antar sekolah.

Menurut Bagus, Polisi tak memberlakukan diversi dalam kasus ini. Ketiga tersangka atau ABH diancam dengan pasal berlapis yaitu Pasal 76C Jo Pasal 80 Ayat 3 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara 15 tahun.

Kemudian Pasal 228 KUHPidana tentang Pembunuhan Pidana dengan hukuma 15 tahun serta Pasal 354 ayat 2 KUHPidana tentang Penganiayaan Berat mengakibatkan mati dan pidana 10 tahun. Selanjutnya, Pasal 351 Ayat 3 KUHPidana Tentang Penganiayaan mengakibatkan matinya seseorang pidana penjara 7 tahun.

"Karena ketiga pelaku tersebut ancaman hukumnya melebihi 7 tahun maka mereka tidak dilakukan diversi. Artinya, anak tersebut tetap kami lanjutkan sebagai proses hukum. Saat ini, ketiga pelaku tersebut tengah dilakukan penahanan dan proses penyelidikan lebih lanjut di Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota," tandas Bagus.

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Life03 Maret 2024, 21:00 WIB

9 Cara Membantu Orang yang Memiliki Luka Batin, Jadilah Lebih Peduli

Berikut ini beberapa cara membantu orang yang memiliki luka batin agar segera sembuh
Ilustrasi - 9 Cara Membantu Orang yang Memiliki Luka Batin, Jadilah Lebih Peduli (Sumber : Freepik/freepik)
Sukabumi03 Maret 2024, 20:02 WIB

Arus Balik Liburan Papajar di Sukabumi Padat, Polisi Berlakukan One Way atasi Kemacetan

Wilayah Sukabumi kembali diserbu wisatawan, menjelang Ramadhan. Para wisatawan memadati kawasan Sukabumi Utara menuju ke Selatan sejak Sabtu hingga Minggu siang. Mereka berlibur sekalian papajar.
Lalu lintas kendaraan arus balik liburan papajar padati pintul tol Bocimi Sukabumi | Foto : Ibnu
Science03 Maret 2024, 20:00 WIB

Ada Ekuinoks! 10 Fenomena Langit yang Akan Hiasi Langit Bulan Maret 2024

Berikut ini deretan fenomena astronomi yang akan menghiasi langit bulan Maret 2024
Ilustrasi - Ada Ekuinoks! 10 Fenomena Langit yang Akan Hiasi Langit Bulan Maret 2024 (Sumber : Unplash/Robert Garcia)
Nasional03 Maret 2024, 19:46 WIB

Tanggapi Isu Pembiayaan Makan Siang Gratis dari BOS, P2G: Beresiko Ganggu Gaji Honorer

Program makan siang gratis yang menjadi janji kampanye Capres dan Cawapres nomor urut dua, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, apabila memenangkan Pemilu 2024 sudah ramai diperbincangkan
Program makan siang gratis akan dibiayai dari APBN melalui rekening BOS | Foto : Pixabay
Food & Travel03 Maret 2024, 19:00 WIB

10 Tips Mengunjungi Tempat Wisata yang Sedang Viral agar tetap Nyaman

berikut ini tips-tips mengunjungi tempat wisata yang sedang viral agar tetap merasa nyaman
Ilustrasi - berikut ini tips-tips mengunjungi tempat wisata yang sedang viral agar tetap merasa nyaman (Sumber : idsejarah.net)
Gadget03 Maret 2024, 19:00 WIB

4 Wisatawan Asal Cianjur Nyaris Tewas Terseret Ombak Pantai Karang Hawu Sukabumi

Empat orang wisatawan asal Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur berhasil diselamatkan usai terseret ombak besar di Pantai Kebon Kelapa Karang Hawu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi
4 wisatawan berhasil diselamatkan tim Balawista usai terseret ombak di pantai Karang Hawu Sukabumi | Foto : Ist
Life03 Maret 2024, 18:54 WIB

10 Kunci Hidup Bahagia yang Harus Dilakukan, Hargai Waktu Saat Ini

Berikut ini beberapa kunci hidup bahagia yang harus dilakukan setiap hari agar mendapatkan kebahagiaan sejati
Ilustrasi - 10 Kunci Hidup Bahagia yang Harus Dilakukan, Hargai Waktu Saat Ini (Sumber : pexels.com/@THIS IS ZUN)
Life03 Maret 2024, 18:00 WIB

7 Doa Untuk Diamalkan di Bulan Ramadan, Dapatkan Pahala Berlimpah

Berikut ini kumpulan doa untuk diamalkan di bulan Ramadan agar mendapatkan pahala berlimpah dari Allah SWT
7 Doa Untuk Diamalkan di Bulan Ramadan, Dapatkan Pahala Berlimpah (Sumber : Freepik./Sketchepedia)
KATA WARGANET03 Maret 2024, 18:00 WIB

Sambut Ramadhan, Puluhan Anak Yatim Papajar ke Obyek Wisata di Kota Sukabumi

Puluhan anak yatim dari Panti Asuhan Muslimin Sukmawinata Kota Sukabumi diajak berlibur atau sering disebut papajar jelang bulan puasa ke wisata Santa Sea Waterpark Theme Kota Sukabumi, Minggu (3/3/2024).
Puluhan anak yatim diajak papajar atau berlibur menjelang Ramadhan di salah satu tempat wisata di Kota Sukabumi | Foto : Ist
Musik03 Maret 2024, 17:00 WIB

Lagu Kita Berdua: Single Terbaru The Rain yang Punya Lirik Menyentuh

Berikut ini lirik Lagu Kita Berdua yang merupakan single terbaru The Rain di tahun 2024
Lagu Kita Berdua: Single Terbaru The Rain yang Punya Lirik Menyentuh (Sumber : Instagram/therainband)