Rugikan Negara Puluhan Milyar, Kronologi Kejaksaan Tahan Kadinsos Sukabumi

Jumat 10 Februari 2023, 07:01 WIB
Harun Al Rasyid, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi tersangka kasus SPK Fiktip Dinas Kesehatan tahun 2016 | Foto : Istimewa

Harun Al Rasyid, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi tersangka kasus SPK Fiktip Dinas Kesehatan tahun 2016 | Foto : Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com — Rugikan negara puluhan milyar, kasus dugaan Surat Perintah Kerja (SPK) fiktif pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi tahun 2016, akhirnya terungkap.

Kasus yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi ini, akhirnya menetapkan 3 tersangka. Ketiganya dinyakini kejaksaan terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) yang menelan kerugian negara hingga mencapai puluhan miliyar tersebut.

Berdasarkan pantauan sukabumiupdate.com, sebelum dilakukan penahanan, tiga tersangka yang diketahui berinisial HA yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi dan SR serta DI ini, dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh petugas Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi pada Kamis (09/02/2023) petang.

Baca Juga: Hepatitis Misterius, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Siapkan Skema Penanganan

Setelah dilakukan pemeriksaan, ketiga tersangka yang merupakan mantan pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi pada tahun 2016 itu, langsung digiring sekira pukul 18.53 WIB oleh petugas Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi dengan menggunakan baju rompi berwana orange yang bertuliskan tahanan tindak pidana khusus Kejari Kabupaten Sukabumi untuk dititipkan ke Lapas Kelas IIB Warungkiara.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Siju mengatakan, tim penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, sengaja melakukan penetapan tersangka dan penahanan tersangka dugaan Kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait SPK fiktif keuangan pada Kantor Cabang Bank BUMD Jabar di Palabuhanratu pada anggaran Bantuan Provinsi (Banprov) di Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi tahun 2016 lalu.

“Mengenai tindak pidana SPK fiktif pada Dinas Kesehatan tahun 2016 itu, dimana tersangka pertama adalah inisial HA, SR dan DI. Dari tiga tersangka ini, satu diantaranya sekarang sudah pensiun berinisial DI,” kata Siju kepada awak media pada Kamis (09/02/2023).

Baca Juga: Tiga Tersangka Kasus SPK Bodong Dinkes Resmi Ditahan Kejari Kabupaten Sukabumi

Berdasarkan pemeriksaan, sambung Siju, tiga tersangka ini yang diketahui DI merupakan staff perencanaan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi dan merangkap sebagai PPK pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran (TA) 2016.

Sementara, SR selaku Kepala Seksi Program Dan Perencanaan pada Dinas Kesahatan Kabupaten Sukabumi dan merangkap sebagai PPK pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi tahun anggaran 2016.

Sedangkan, HA selaku Kepala Bidang Pencegahan dan pengendalian penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi dan merangkap sebagai PPK pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2016.

“Dugaan kasus SPK fiktif ini, telah merugikan keuangan negara. Berdasarkan laporan hasil perhitungan kerugian keuangan negara atas Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2016 dan terhadap dugaan SPK fiktif di Bank BUMD Jabar Cabang Palabuhanratu tahun 2016 dengan Nomor: PS.01.01/312/Sekret/2023 tanggal 8 Februari 2023 dengan total sebesar Rp37.337.076.824,” tuturnya.

Baca Juga: Mapay 11 Desa dengan 12 Jembatan Sungai, Tol Bocimi Seksi III Cibadak Sukabumi Barat

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka ini terancam Undang-undang Nomor 31 tahun 1999. Sementara pasal yang disangkakan. Yaitu, Primer Pasal 2 ayat 1 jo Pasal Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Ancaman hukumannya di 15 tahun kurungan penjara. Saat ini, para tersangka akan ditahan di Lapas Warungkiara IIB di Warungkiara selama 20 hari, yang sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Dokter RSUD Sekarwangi dengan hasil sehat, tandasnya.

Ketika disinggung mengenai ada penambahan tersangka lain pada kasus tindak pidana korupsi pada SPK fiktif tersebut. Ia mengaku, belum bisa menjawab. Sebab, menurutnya sampai saat ini belum ada yang menyentuh bukti apapun yang mengarah baik kepada Bank BUMD maupun kepada para pengusaha.

“Jadi, nanti tergantung dari 3 orang ini. Apakah tiga orang itu akan mengemukakan tersangka lain apa tidak. Jadi, dalam waktu penahanan 20 hari di Lapas Warungkiara itu, mereka akan terus kita periksa,” pungkasnya.

AYO! main games di Sukabumi Update Games
Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita Terkait
Berita Terkini
Inspirasi18 Juli 2024, 15:00 WIB

Lowongan Kerja Operator Warehouse Material Minimal SMA/Sederajat, Penempatan di Pabrik Sukabumi

Apabila kamu tertarik dengan lowongan kerja ini, segera daftarkan diri sekarang juga!
Ilustrasi - Lowongan Kerja Operator Warehouse Material Minimal SMA/Sederajat, Penempatan di Pabrik Sukabumi (Sumber : Freepik.com).
Entertainment18 Juli 2024, 14:30 WIB

Sukses Foto Selfie Seminggu, Laura Basuki Ingin Rehat Berselfie Satu Tahun

Sukses melaksanakan challenge foto selfie selama satu minggu karena teaser film Heartbreak Motel tembus 100.000 ribu viewers, artis Laura Basuki mengaku ingin rehat satu tahun untuk berselfie.
Sukses Foto Selfie Satu Minggu, Laura Basuki Ingin Rehat Berselfie Satu Tahun (Sumber : X@/LauraBas)
Sukabumi18 Juli 2024, 14:11 WIB

Sambut HCS 2024, Disperkim Sukabumi Percantik Taman-taman di Palabuhanratu

Menjelang pelaksanaan Healthy Cities Summit (HCS) 2024 yang tinggal beberapa hari lagi, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi terus melakukan berbagai persiapan
Taman Bappeda di Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi | Foto : Ilyas Supendi
Internasional18 Juli 2024, 14:00 WIB

Tuai Kecaman! Perancis Larang Atlet Wanita Muslim Mereka Pakai Hijab di Olimpiade Paris 2024

Prancis larang atlet wanita Muslim mereka untuk memakai hijab di Olimpiade Paris 2024.
Ilustrasi - Prancis larang atlet wanita Muslim mereka untuk memakai hijab di Olimpiade Paris 2024. (Sumber : Freepik.com/@Drazen Zigic).
Nasional18 Juli 2024, 13:47 WIB

Forum Zakat Ungkapkan Tiga Tantangan Besar Tata Kelola Zakat di Indonesia

Ketua Forum Zakat yakni Bambang Suherman mengatakan, ada tiga tantangan besar sebagai lembaga zakat yang harus dikelola dengan sungguh-sungguh.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi bersama Ketua Zakat Nasional, Bambang Suherman. | Foto: Istimewa
Sukabumi18 Juli 2024, 13:36 WIB

BPBD Kota Sukabumi Salurkan Bantuan untuk Lansia 90 Tahun Korban Kebakaran

Bantuan langsung diserahkan kepada korban setelah peristiwa kebakaran terjadi.
Petugas BPBD Kota Sukabumi saat menangani bencana kebakaran di Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi. | Foto: Istimewa
Sukabumi18 Juli 2024, 13:31 WIB

Hati-hati Goweser, Maling Bermobil Angkut Sepeda Warga Sukabumi Saat di Masjid

i Sukabumi sepeda MTB (mountain bike) milik warga Kalapanunggal raib digondol maling bermobil, Kamis subuh (18/7/2024).
Maling sepeda di Kalapanunggal Sukabumi (Sumber: CCTV)
Entertainment18 Juli 2024, 13:30 WIB

Usai Gugat Cerai, Kimberly Ryder Laporkan Suaminya Atas Dugaan Penggelapan Mobil

Usai menggugat cerai, artis Kimberly Ryder kini melaporkan suaminya Edward Akbar ke Polres Metro Jakarta Selatan terkait adanya dugaan penggelapan mobil.
Usai Gugat Cerai, Kimberly Ryder Laporkan Suaminya Atas Dugaan Penggelapan Mobil (Sumber : Instagram@/kimbrlyryder)
Sukabumi18 Juli 2024, 13:22 WIB

Wabup Kunjungi Kemenkes RI untuk Persiapan Healthy City Summit 2024 di Sukabumi

Kunjungan Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri dengan tujuan utama mengekspos persiapan penyelenggaraan acara Healthy City Summit (HCS) ke-6
Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri saat mengunjungi Kemenkes RI dalam rangka persiapan HSC 2024 | Foto : Dokpim
Life18 Juli 2024, 13:00 WIB

10 Kebiasaan Sederhana yang Membuat Seseorang Cepat Sukses

Ada beberapa kebiasaan sederhana orang sukses yang sering mereka lakukan.
Ilustrasi - Ada beberapa kebiasaan sederhana orang sukses yang sering mereka lakukan. (Sumber : Freepik.com)