SUKABUMIUPDATE.com - Nama Dwi Sasetyaningtyas tengah menjadi viral di media sosial usai mengunggah video yang membanggakan sang anak telah menjadi warga negara Inggris.
Namun, kebahagiaan Dwi Sasetyaningtyas justru menjadi pusat perhatian netizen, setelah diketahui bahwa perempuan yang akrab disapa Tyas itu adalah mantan penerima Lembaga Pengelola Dana Pendidikan alias LPDP.
Meski video tersebut sudah tidak ada di akun Instagram pribadi Dwi Sasetyaningtyas, tapi ada beberapa akun yang telah mengunggah ulang di media sosial, sehingga menjadi viral dan ramai dibicarakan.
Mengutip dari Suara.com, situasi semakin memanas karena pernyataan Dwi yang menyebut, "Cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan." Kalimat tersebut sontak memicu kritik tajam dan hujatan dari publik.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Dwi akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya pada Kamis, 19 Februari 2026.
"Terkait unggahan saya sebelumnya yang memuat kalimat 'cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan', saya ingin memohon maaf kepada publik," tulisnya dikutip dari Suara.com pada Sabtu, (21/02/2026).
Baca Juga: Viral! ART Ber-KTP Palabuhanratu Sukabumi Diduga Aniaya Anak Majikan di Bandung
Perempuan yang menempuh studi di Inggris ini menjelaskan bahwa ucapannya didasari oleh luapan emosi sesaat. Ia mengaku saat itu tengah merasa kecewa dan lelah dengan berbagai kondisi yang ia alami sebagai Warga Negara Indonesia.
Dwi menyadari bahwa caranya menyampaikan rasa frustrasi tersebut kurang pantas. Ia mengakui ucapannya berpotensi melukai rasa nasionalisme masyarakat dan bisa dianggap merendahkan identitas bangsa.
Namun, melalui klarifikasi tersebut, Dwi juga menegaskan komitmennya untuk tetap mengabdi. "Saya mencintai Indonesia dengan segala harapan dan tantangannya. Saya berharap tetap bisa berkontribusi untuk tanah air," tuturnya.
Sebelumnya, video Dwi viral karena ia secara terang-terangan mengusahakan agar anak-anaknya memiliki "paspor kuat" sebagai warga negara asing demi masa depan yang menurutnya lebih adil.
Baca Juga: Fajar Sadboy Beri Tanggapan Usai Videonya Diludahi Indra Frimawan Viral
Isu ini menjadi sangat sensitif karena status Dwi sebagai penerima beasiswa LPDP. Banyak pihak menyentil etikanya, mengingat pendidikannya dibiayai oleh uang pajak rakyat Indonesia.
Salah satu komentar di media sosial menyindir, "Jika lulusan LPDP akhirnya hanya menghina negara sendiri dan membanggakan negara lain, itu sangat memalukan.
Sumber: Suara.com





