SUKABUMIUPDATE.com - Gangguan pendengaran pada anak sering kali tidak langsung disadari oleh orang tua maupun orang di sekitarnya. Padahal, kemampuan mendengar memiliki peran penting dalam perkembangan bicara, bahasa, hingga kemampuan sosial anak.
Jika tidak ditangani sejak dini, gangguan pendengaran dapat berdampak jangka panjang pada tumbuh kembang anak.
Gangguan pendengaran pada anak adalah kondisi ketika satu atau beberapa bagian telinga tidak berfungsi secara optimal sehingga suara tidak dapat diterima atau diproses dengan baik oleh otak.
Tingkat keparahannya bervariasi, mulai dari ringan, sedang, hingga berat. Kondisi ini dapat dialami sejak lahir maupun muncul seiring pertumbuhan anak.
Menurut data kesehatan global, gangguan pendengaran termasuk masalah yang cukup sering terjadi pada anak. Bahkan, sebagian bayi sudah terlahir dengan gangguan pendengaran bawaan. Oleh karena itu, pengenalan gejala sejak awal menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Baca Juga: El Rumi dan Syifa Hadju Resmi Lamaran, Digelar Elegan Bernuansa Alam
Gejala Gangguan Pendengaran pada Anak
Gejala gangguan pendengaran dapat berbeda tergantung usia anak. Pada bayi, tanda-tandanya sering kali tampak dari respons terhadap suara.
Bayi dengan gangguan pendengaran biasanya tidak terkejut saat mendengar suara keras, tidak menoleh ke arah sumber suara setelah usia 6 bulan, atau belum mampu mengucapkan kata sederhana seperti “mama” dan “papa” pada usia satu tahun.
Sementara itu, pada anak yang lebih besar, gejala bisa terlihat dari keterlambatan bicara, pengucapan kata yang tidak jelas, serta kesulitan memahami instruksi. Anak juga mungkin sering meminta lawan bicara mengulang perkataan, berbicara dengan suara lebih keras, atau menaikkan volume televisi dan gawai secara berlebihan.
Pada beberapa kasus, anak mengeluh hanya bisa mendengar dengan satu telinga.
Karena gejalanya bisa samar, terutama pada anak usia sekolah, orang tua perlu lebih peka terhadap perubahan perilaku dan kemampuan komunikasi anak.
Penyebab Gangguan Pendengaran pada Anak
Penyebab gangguan pendengaran pada anak dibedakan berdasarkan jenisnya, yakni:
- Gangguan pendengaran konduktif terjadi akibat hambatan pada telinga luar atau tengah, seperti penumpukan kotoran telinga, infeksi telinga, cairan di telinga tengah, atau kelainan bawaan. Jenis ini umumnya bersifat sementara dan dapat diobati.
- Gangguan pendengaran sensorineural disebabkan oleh kerusakan pada telinga bagian dalam atau saraf pendengaran. Kondisi ini bisa terjadi akibat faktor genetik, infeksi selama kehamilan, efek obat tertentu, atau paparan suara keras. Jenis ini biasanya bersifat permanen, tetapi dapat dibantu dengan alat bantu dengar atau implan koklea.
- Selain itu, ada gangguan pendengaran campuran, yaitu kombinasi dari gangguan konduktif dan sensorineural.
Baca Juga: Dua Gol Harry Kane bawa Bayern Munchen Lolos ke Babak 16 Besar Liga Champions
Faktor Risiko dan Dampaknya
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran pada anak, seperti riwayat keluarga, infeksi telinga berulang, kelainan bawaan wajah dan kepala, infeksi saat dalam kandungan, serta kondisi medis tertentu.
Jika tidak ditangani, gangguan pendengaran dapat menyebabkan keterlambatan bicara, kesulitan belajar, hingga hambatan dalam perkembangan sosial dan emosional anak. Oleh karena itu, diagnosis dan terapi sejak dini sangat dianjurkan.
Diagnosis dan Pengobatan
Diagnosis gangguan pendengaran dilakukan melalui pemeriksaan oleh dokter spesialis THT, seperti tes OAE, ABR, dan audiometri. Setelah penyebab dan tingkat gangguan diketahui, dokter akan menentukan terapi yang sesuai.
Pengobatan dapat berupa penggunaan alat bantu dengar, implan koklea, pemasangan tabung telinga, serta terapi wicara dan bahasa. Penanganan yang tepat akan membantu anak beradaptasi dan tetap berkembang secara optimal.
Baca Juga: Miliano Jonathans Cetak Gol Perdana, Excelsior Terhindar dari Kekalahan
Gangguan pendengaran pada anak bukan kondisi yang boleh diabaikan. Mengenali gejala sejak dini, memahami penyebabnya, serta melakukan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat dapat membantu anak tumbuh dan berkembang dengan lebih baik, baik dari segi komunikasi, akademik, maupun sosial. Jika
Sumber: healthy children





