10 Penyebab Perut Buncit, dari Faktor Hormonal hingga Pola Tidur

Sukabumiupdate.com
Sabtu 17 Jan 2026, 10:00 WIB
10 Penyebab Perut Buncit, dari Faktor Hormonal hingga Pola Tidur

Ilustrasi. Penyebab Perut Buncit, dari Faktor Hormonal hingga Pola Tidur. (Sumber foto: Pexels.com/@cottonbro studio)

SUKABUMIUPDATE.com - Perut buncit kerap dianggap semata-mata akibat kebanyakan makan. Padahal, penyebabnya jauh lebih kompleks dan sering kali jarang disadari. Mulai dari perubahan hormon, kebiasaan duduk terlalu lama, hingga pola tidur yang berantakan bisa berperan besar. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Ketidakseimbangan Hormon

Perubahan hormon seperti kortisol (hormon stres), insulin, estrogen, dan testosteron dapat memicu penumpukan lemak di area perut. Stres berkepanjangan meningkatkan kortisol yang mendorong tubuh menyimpan lemak visceral (lemak perut).

2. Kurang Tidur atau Pola Tidur Tidak Teratur

Tidur kurang dari 6–7 jam per malam dapat mengganggu hormon lapar (ghrelin) dan hormon kenyang (leptin). Akibatnya, nafsu makan meningkat dan tubuh lebih mudah menyimpan lemak di perut.

Baca Juga: Kaya Antioksidan, 7 Manfaat Buah Ceri Untuk Kesehatan

3. Terlalu Banyak Konsumsi Gula dan Karbohidrat Olahan

Minuman manis, kue, roti putih, dan makanan ultra-proses dapat meningkatkan lonjakan gula darah dan insulin. Dalam jangka panjang, kelebihan kalori ini sering disimpan sebagai lemak di area perut.

4. Kurang Aktivitas Fisik

Gaya hidup sedentari banyak duduk dan minim gerak membuat pembakaran kalori menurun. Lemak pun lebih mudah menumpuk, terutama di bagian perut.

5. Penumpukan Lemak Visceral

Berbeda dari lemak di bawah kulit, lemak visceral berada di sekitar organ dalam dan membuat perut tampak buncit meski berat badan terlihat normal. Lemak jenis ini juga lebih berisiko bagi kesehatan metabolik.

Baca Juga: Manfaat Air Rebusan Lengkuas untuk Kesehatan dan Cara Membuatnya

6. Gangguan Pencernaan dan Perut Kembung

Perut buncit tidak selalu berarti lemak. Sembelit, intoleransi makanan (seperti laktosa), atau produksi gas berlebih bisa membuat perut tampak membesar sementara.

7. Kebiasaan Makan Terlalu Cepat

Makan cepat membuat tubuh terlambat menerima sinyal kenyang. Akibatnya, porsi makan berlebih dan udara yang tertelan bisa menyebabkan perut terasa dan terlihat lebih buncit.

8. Kurangnya Asupan Serat

Serat membantu pencernaan dan menjaga rasa kenyang lebih lama. Pola makan rendah serat (minim sayur, buah, dan biji-bijian) dapat memicu sembelit dan penumpukan lemak perut.

9. Pengaruh Usia

Seiring bertambahnya usia, massa otot cenderung menurun dan metabolisme melambat. Tanpa penyesuaian pola makan dan aktivitas, lemak terutama di perut lebih mudah terbentuk.

10. Kebiasaan Konsumsi Alkohol

Alkohol tinggi kalori dan dapat mengganggu metabolisme lemak. Konsumsi berlebihan sering dikaitkan dengan beer belly atau perut buncit akibat penumpukan lemak.

Perut buncit bukan hanya soal makan banyak. Faktor hormonal, pola tidur, stres, usia, hingga kebiasaan sehari-hari berperan penting. Memperbaiki kualitas tidur, mengelola stres, aktif bergerak, serta menerapkan pola makan seimbang tinggi serat dapat membantu mengurangi perut buncit secara bertahap dan berkelanjutan.

Baca Juga: Mengapa Pendidikan Berkualitas Sangat Penting? Simak 5 Manfaatnya untuk Masa Depan Anak

Sumber: healthline

Berita Terkait
Berita Terkini