Pemuda di Sukabumi Wajib Tahu Alasan Kenapa Jenggot Harus Sering Dibersihkan

[object Object]
Minggu 13 Nov 2022, 22:00 WIB
Pemuda di Sukabumi Wajib Tahu Alasan Kenapa Jenggot Harus Sering Dibersihkan

SUKABUMIUPDATE.com - Tidak sedikit pemuda Sukabumi atau bapak-bapak yang memiliki jenggot. Namun, apakah sudah tahun jika rambut yang terdapat pada wajah tersebut harus sering dibersihkan?

Hal tersebut karena terdapat dua bakteri yang bisa hidup pada jenggot yang bisa membahayakan kesehatan.

Meskipun penelitian mengenai bakteri pada jenggot masih terbatas, namun melansir dari Insider, studi pada tahun 2019 menunjukkan jika bakteri staphylococcus dan enterococcus adalah yang paling mungkin ada di jenggot. 

Dan berikut adalah penjelasan mengenai bakteri yang terdapat pada jenggot yang wajib diketahui oleh pemuda Sukabumi atau babak-bapak di Sukabumi.

1. Staphylococcus

Staphylococcus atau staph adalah bakteri yang umum ditemukan di kulit. Staphylococcus aureus adalah salah satu jenis bakteri yang paling tersebar luas.

Bakteri ini biasanya tidak berbahaya tetapi dapat menyebabkan infeksi jika berkembang banyak.

Staphylococcus dikaitkan dengan infeksi kulit ringan hingga yang lebih parah. Jika bakteri staph masuk ke dalam tubuh dan masuk ke paru-paru maka dapat menyebabkan pneumonia.

Jika bakteri Staph masuk ke aliran darah, maka bisa menyebabkan bakteremia atau infeksi dalam bakteri dalam darah. Bakteremia bisa berkembang menjadi sepsis yang bisa mematikan.

2. Enterococcus

Enterococcus umumnya ditemukan di saluran pencernaan orang sehat. Bakteri ini yang menyusun flora usus. 

Dalam studi, jenis enterococcus spesifik yang ditemukan peneliti pada jenggot adalah Enterococcus faecalis. Bakteri ini juga berpotensi menyebabkan infeksi serius.

Enterococcus faecalis adalah salah satu penyebab utama infeksi saluran kemih (ISK) jika masuk ke saluran kemih. 

Jika ISK tidak diobati, maka dapat menyebar ke ginjal. Sama halnya dengan staphylococcus, bakteri ini juga dapat menyebabkan infeksi luka dan bakteremia.

Selain bakteri, pria berjenggot juga berisiko tertular kutu atau dermatitis seboroik. Masalah dermatitis seboroik sendiri adalah kondisi kulit yang menyebabkan kemerahan atau bercak bersisik.

Meski bisa jadi sarang bakteri jenggot tetap akan sehat jika sering dibersihkan. Para ahli menyarankan agar sering mencuci jenggot sesering mencuci rambut kepala Anda.

#SHOWRELATEBERITA

Sumber: Insider

Tags :
Berita Terkini