SUKABUMIUPDATE.com - Pemuda berinisial SP (22 tahun) diamankan anggota Polsek Ciracap usai diduga melakukan pencurian uang sebesar Rp2,4 juta di Kampung Kalapa Condong RT 006/001, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Kamis (21/5/2026) pagi.
Kapolsek Ciracap AKP Taufick Hadian mengatakan, pihaknya menerima informasi adanya dugaan pencurian sekitar pukul 08.25 WIB. “Anggota jaga dan unit patroli menerima informasi dari Ketua Rukun Nelayan Asep Jeka bahwa telah terjadi dugaan pencurian di Kampung Kalapa Condong dan terduga pelaku sudah diamankan warga di Kantor Desa Ujunggenteng,” ujar AKP Taufick Hadian kepada sukabumiupdate.com.
Setelah menerima laporan tersebut, anggota Polsek Ciracap langsung menuju Kantor Desa Ujunggenteng untuk mengamankan situasi dan mengevakuasi terduga pelaku ke kendaraan dinas polisi. “Selanjutnya diduga pelaku langsung dibawa ke Mako Polsek Ciracap untuk diamankan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Baca Juga: Bankeu Provinsi Nihil, DPRD Sebut Kondisi Keuangan Kota Sukabumi Terdampak
Kapolsek menjelaskan, terduga pelaku diketahui bernama SP , warga Kampung Simpang Sari, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Sementara korban diketahui bernama Lani (62 tahun), pemilik warung, ibu rumah tangga warga Kampung Kalapa Condong, Desa Ujunggenteng.
Dari hasil pemeriksaan awal, uang yang diduga dicuri sebesar Rp2.400.000. Saat diamankan polisi, kondisi terduga pelaku sudah mengalami luka lebam di bagian mata kiri dan bibir akibat sempat dipukul warga sebelum dievakuasi petugas.
Perangkat Desa Ujunggenteng, Anggis, menjelaskan dugaan pencurian bermula saat seorang pemuda asal Desa Cikangkung datang ke warung menggunakan sepeda motor untuk membeli beberapa bungkus kopi.
Baca Juga: Bupati: Hari Nelayan ke-66 Palabuhanratu Putar Roda Ekonomi Pesisir Sukabumi
“Menurut pengakuan pemilik warung, saat dia ke dapur untuk menyeduh sebagian kopi, pemuda itu sudah tidak ada. Setelah pemuda itu pergi ternyata uang yang disimpan dalam tas hilang. Kemudian dikejar warga lalu dibawa ke kantor desa,” ujar Anggis kepada Sukabumiupdate.com.




