Kolaborasi KPID Jabar dan Diskominfo Kota Sukabumi Gelar Bimtek Etika Liputan Kebencanaan

Sukabumiupdate.com
Kamis 21 Mei 2026, 17:17 WIB
Kolaborasi KPID Jabar dan Diskominfo Kota Sukabumi Gelar Bimtek Etika Liputan Kebencanaan

bimbingan teknis (Bimtek) PATALI (Pengawasan Semesta yang Lestari dan Independen) pada Kamis (21/5/2026). (Sumber: SU/Turangga Anom)

SUKABUMIUPDATE.com - KPID Jawa Barat bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi menggelar bimbingan teknis (Bimtek) PATALI (Pengawasan Semesta yang Lestari dan Independen) pada Kamis (21/5/2026) di Oproom Setda Kota Sukabumi. Kegiatan tersebut melibatkan insan pers, mahasiswa, organisasi kepemudaan hingga organisasi kemasyarakatan guna meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan mitigasi bencana.

Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet mengatakan, kegiatan ini menjadi upaya bersama dalam membangun kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekaligus menghadirkan informasi kebencanaan yang benar dan tidak menyesatkan.

“Hari ini kita kolaborasi dengan Pemkot Sukabumi membuat bimbingan teknis kaitan etika liputan kebencanaan. Kita juga mendorong bagaimana pers, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan ormas ikut serta untuk coba peduli terhadap masalah lingkungan dan mitigasi bencana,” ujar Adiyana kepada sukabumiupdate.com, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga: Tak Ada Bankeu Provinsi 2026, Wali Kota Sukabumi Sebut Genjot PAD

Ia menjelaskan, lembaga penyiaran memiliki tanggung jawab yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), termasuk dalam menyampaikan informasi kebencanaan kepada masyarakat.

“Lembaga penyiaran itu kan sudah jelas di Undang-Undang 32 dan P3SPS salah satu tugasnya untuk melestarikan lingkungan hidup, termasuk memberi informasi masalah kebencanaan dan mitigasinya, sehingga informasi yang disajikan tidak menyesatkan,” katanya.

Menurut Adiyana, nilai budaya masyarakat Sunda juga memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, edukasi terkait hubungan manusia dengan alam perlu terus ditanamkan.

“Ini catatan yang membuat kami harus hadir di Sukabumi dan tidak hanya konstruksi berpikirnya regulasi, tapi tata nilai orang Jawa Barat ini sangat baik. Masyarakat Sunda tidak diperkenankan merusak alam, kita diajarkan bagaimana berhubungan dengan Tuhan, manusia dan alam, ini yang harus ditanamkan,” ungkapnya.

Baca Juga: Polisi: Pemuda yang Diamuk Massa di Ujunggenteng Curi Uang Warung Rp2,4 Juta

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Sukabumi, Endah Arumi mengapresiasi kolaborasi bersama KPID Jawa Barat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, Bimtek itu memberikan manfaat besar dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan.

“Terima kasih kepada KPID, kalau bisa sering-sering saja bimtek di sini, karena ini sangat bermanfaat. Di sini ada organisasi, mahasiswa, jadi untuk bisa meningkatkan pemahaman dan cinta masyarakat kepada lingkungan,” kata Endah.

Ia menambahkan, kesadaran menjaga lingkungan harus menjadi perhatian bersama demi mencegah terjadinya kerusakan alam dan meminimalisasi risiko bencana.“Betul tadi kita harus menjaga lingkungan,” tandasnya.(adv)

Berita Terkait
Berita Terkini