SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat (Distanhorti Jabar) secara resmi memulai langkah besar dalam modernisasi sektor agraris. Kepala Distanhorti Jabar, Dadan Hidayat, membuka Pelatihan Smart Farming bagi Petani Angkatan I dan II di UPTD Balai Pelatihan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Senin (13/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Flamboyan ini diikuti oleh 60 petani terpilih yang merepresentasikan 27 kabupaten/kota di seluruh Jawa Barat. Pelatihan ini dirancang sebagai jawaban atas dinamika perkembangan teknologi global yang menuntut efisiensi tinggi di sektor pangan.
Dalam sambutannya, Dadan Hidayat menekankan bahwa adopsi teknologi smart farming bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan strategis. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing produk pertanian lokal di pasar yang lebih luas.
"Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu memahami dan mengimplementasikan konsep smart farming secara optimal di lapangan," ujar Dadan.
Baca Juga: Perkuat Integritas dan Disiplin, Distanhorti Jabar Gelar Pembinaan ASN Lingkup Dinas
Pelatihan ini juga menjadi forum diskusi bagi para pelaku usaha tani. Para peserta mengakui bahwa penerapan smart farming menawarkan solusi atas kendala klasik pertanian tradisional. Teknologi ini dinilai jauh lebih efisien dari sisi penggunaan tenaga kerja dan waktu.
Selain itu, sistem berbasis data ini memberikan hasil yang lebih presisi dan terukur, yang secara langsung berdampak pada penurunan biaya operasional dan peningkatan margin keuntungan petani. Meski demikian, para peserta mengakui tantangan dalam penguasaan perangkat teknologi baru tersebut tetap ada, sehingga pendampingan berkelanjutan sangat dibutuhkan.
Kepala Distanhorti Jabar juga berharap melalui pelatihan ini para petani tidak hanya mampu menguasai teknologi smart farming, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan di daerahnya masing-masing dalam mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
"Diharapkan terbangun jejaring kolaborasi yang kuat antar petani serta antara petani dengan pemerintah, sehingga inovasi yang dihasilkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kesejahteraan petani serta ketahanan pangan di Jawa Barat," tandasnya. (adv)





