SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat (Distanhorti Jabar) melalui UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) resmi menggelar Pelatihan Teknis Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting pada Kamis (2/4/2026).
Pelatihan strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara Distanhorti Jabar dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jabar. Kegiatan dibuka secara langsung oleh Kepala BPSDM Jabar, Ika Mardiah, didampingi Sekretaris Distanhorti Jabar, Yanti Hidyatun, yang hadir mewakili Kepala Distanhorti Jabar, Dadan Hidayat.
Kepala UPTD BPTPH Jabar, Nungke Rochjatti, sebagai pengusung kegiatan ini menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan mencetak petugas POPT yang profesional, kompeten, dan berintegritas. Menurutnya, peran POPT sangat krusial dalam menjaga stabilitas pangan di tengah ancaman hama dan perubahan iklim.
"Pelatihan ini dilaksanakan sebagai upaya peningkatan kompetensi petugas POPT dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, khususnya dalam perlindungan tanaman pangan dan hortikultura. Sebagaimana kita ketahui, Organisme Pengganggu Tumbuhan serta dampak perubahan iklim merupakan tantangan nyata dalam sektor pertanian yang dapat mempengaruhi produksi pertanian," jelasnya.
Baca Juga: Antisipasi Kekeringan 2026, Distanhorti Jabar Siap Jalankan Arahan Mentan Amran Sulaiman
Selain penguatan pengetahuan teknis, pelatihan ini dirancang untuk membentuk karakter aparatur yang memiliki jiwa kepemimpinan serta kemampuan komunikasi yang baik guna mendampingi para petani di lapangan.
Pelatihan Teknis POPT 2026 ini diikuti oleh total 571 peserta yang terdiri dari PNS, CPNS dan PPPK yang berasal dari berbagai wilayah di Jabar. Seluruh peserta dibagi ke dalam empat kelas intensif untuk memastikan efektivitas proses pembelajaran.
Melalui pelatihan ini, Distanhorti Jabar berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh secara langsung di wilayah tugas masing-masing.
"Harapannya, setelah pelatihan ini, para petugas mampu mengamankan produksi pertanian dari hulu ke hilir, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor pertanian di Provinsi Jawa Barat agar tetap tangguh," pungkasnya.
Dengan adanya peningkatan kapasitas ini, para petugas diharapkan menjadi garda terdepan dalam pengamatan, pelaporan, hingga pengendalian OPT secara cepat dan akurat, sehingga kesejahteraan petani Jawa Barat tetap terjaga. (adv)





