SUKABUMIUPDATE.com - Ratusan pecinta lingkungan melakukan upacara pengibaran bendera merah putih dalam rangka HUT ke 73 RI di Pulau Keris, kawasan zona inti Geopark Ciletuh Palabuhanratu. Mereka juga memasang sekitar seribu bendera meraputih di tempat yang berupa batuan karang itu.
Kegiatan ini diikuti oleh 175 orang dari Komando Pecinta Alam Siswa SMAN 1 Ciracap (Kompas Smanic), Pondok Pesantren Darul Amal, dan Komunitas Discover Jampang.
Pembina Kompas Smanic, Beni Bunyamin mengatakan, pemasangan ribuan bendera sudah menjadi agenda tahunan sejak 2015 lalu. Penyelenggaraan tahun ini diikuti lebih banyak peserta.
"Tahun sebelumnya hanya sekitar seratusan. Tahun ini lebih banyak pesertanya," kata Beni kepada sukabumiupdate.com, Jumat (17/8/2018).

Para peserta memulai rangkaian kegiatan dengan berjalan kaki sekitar 17 kilometer dari Muara Cipanarikan ke Pulau Keris, pada Kamis kemarin 16 Agustus kemarin. Perjalanan sejauh itu ditempuh selama 4 jam.
Para peserta yang mayoritas merupakan pelajar, kemudian melakukan pemasangan bendera pada Kamis sore. Bendera merah putih berbagai ukuran ditancapkan di batuan karang Pulau Keris.
"Kemudian berkemah di sekitar lokasi Pulau Keris. Malam harinya, ada pemaparan kesejarahan terkait proklamasi, dan kegiatan mengaji," tutur Beni.
Upacara bendera diselenggarakan di atas Pulau Keris. (Foto: Istimewa).
Rangkaian acara dilanjutkan pada pagi keesokan harinya. Para peserta menggelar upacara bendera.
"Setelah upacara, sebelum pulang. Bendara-bendera tersebut kembali diambil untuk dibawa pulang. Hanya satu yang ditinggalkan, bendera yang besar," kata Beni yang jadi pembina upacara dalam kegiatan tersebut.
Secara administrasi, pulau keris berada di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Lokasi ini berada di area Suaka Margasatwa Cikepuh, salah satu Zona Inti Kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu.
BACA JUGA: Bikin Bangga, Kang Dibay Owner CCTV Sukabumi Kibarkan Merah Putih di Puncak Fujiyama
"Kenapa di Pulau Keris. Ya karena pemandangannya bagus sekali. Pulau batuan karang ini berbentung seperti panggung teater," kata Beni.
Beni berharap kegiatan tersebut dapat menambah kecintaan anak-anak Jampang terhadap potensi sumber daya alam Pajampangan. Mereka diharapkan mampu merawat dan menjaga kekayaan alam yang ada, agar tidak rusak.
"Juga menebarkan nasionalisme. Selama kegiatan, para peserta sangat akrab dengan merah putih," pungkas Beni.









