SUKABUMIUPDATE.com - Pengguna transportasi colt Sukabumi-Bogor mengeluhkan tindakan sopir yang kerap mempermainkan harga tarif. Sopir kerap menaikan harga seenaknya dengan alasan jalur yang dilintasinya macet.
Seperti yang diungkapkan Hendi Suhandi (34 tahun) warga Kampung Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.
BACA JUGA:Â Seminggu Tiga Kali Ganti Rute, Ini Trayek Baru Colt Mini Bogoran di Kota Sukabumi
"Saya kan dari Cibadak mau pulang ke Cicurug. Hendak mengisi bensin, dia(supir) kepada semua penumpang agar membayar ongkosnya dulu. Biasanya dari Cibadak ke Cicurug itu 10 ribu, sopir malah minta 15 ribu dengan alasan jalannya macet, kalau sepeti itu saya ngerasa enggak nyaman,"ujar Hendi.
Hal senada dikatakan Denny Pratama warga Kaum, Cicurug. Ia mengaku sering mengalaminya saat malam.
BACA JUGA:Â Deal, Ini Isi Kesepakatan Sopir Colt Mini Bogoran dan Angkot 08 Kota Sukabumi
"Saya harap pemerintah lebih memperhatikan angkutan umum yang beroperasi di Kabupaten, karena ini memang sudah meresahkan," tukasnya.
Sementara itu, pengurus angkutan colt Sukabumi-Bogor Wawan Suwanda menjelaskan, pihaknya sangat menyayangkan adanya kenaikan tarif oleh sopir. Pasalnya pengurus tidak pernah menganjurkan ada kenaikan tarif meskipun macet, kecuali resmi dari pemerintah.
"Tidak semua sopir menaikan tarif. Apalagi hanya dari Cibadak ke Cicurug, karena jarang juga kami menaikan penumpang dari jalur itu," ujar Wawan.
BACA JUGA:Â Jika Terminal Kota Sukabumi Pindah, Bagaimana Nasib Colt Mini Bogoran?
Meskipun demikian ia tidak mengelak jika dari Bogor menuju Sukabumi biasanya dinaikan oleh sopir kadal (Sopir tembak). Itupun dengan perhitungan memakai jalur tikus karena macet dan menghabiskan lebih banyak solar.
"Biasanya langsung oleh sopir yang disana. Tapi itu tidak semua, ketika jalan normal tarif juga seperti biasa. Intinya tidak semua begitu," jelasnya.