Truk Trailer Belum Dievakuasi, Jalur Loji-Kiara Dua Sukabumi Macet Seharian

Sukabumiupdate.com
Sabtu 24 Feb 2018, 16:47 WIB
Truk Trailer Belum Dievakuasi, Jalur Loji-Kiara Dua Sukabumi Macet Seharian

SUKABUMIUPDATE.com - Akses lalu lintas Jalur Loji-Kiara Dua hingga sore tadi masih terkendala, Kamis (1/2/2018). Kemacetan tidak bisa dihindari karena  truk trailer yang terperosok di Cikolenyai, Gunungbuleud, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi belum bisa dievakuasi.

Pantauan dilapangan sampai pukul 16.30 WIB, kendaraan truk trailer tersebut belum bisa di evakuasi. Tak hanya roda empat, pengendara roda dua juga terjebak kemacetan.

BACA JUGA: Truk Pengangkut Alat Berat Belum Dievakuasi, Jalur Loji- Cigaru Macet

Sukiman (32 tahun) seorang sopir angkutan barang mengatakan, dirinya terjebak kemacetan sudah lebih dari dua jam. Ia tidak mengira, jika proses evakuasi kendaraan yang menimbulkan kemacetan tersebut akan berlangsung lama.

"Ya saya terpaksa lewat jalur ini karena kalau memutar lewat jalur Loji- Puncak darma kejauhan, mau tidak mau ikut ngantri, ya walaupun resikonya waktu saya  terbuang banyak, padahal barang yang dibawa dimuatan saya harus segera sampai," keluh Sukirman kepada sukabumiupdate.com disela sela kemacetan kendaraan.

BACA JUGA: Truk Alat Berat Mogok di Cisarakan, Tutup Jalur Loji-Kiara Dua Sukabumi

Sementara Saripudin (42 tahun) warga Tegalbuleud menambahkan, kendaraan trailer yang membawa alat berat tersebut seperti memaksakan memakai jalur Loji - Palabuhanratu tersebut padahal menurutnya jalan yang sempit dengan banyak tikungan, akan menyulitkan untuk kendaraan besar dan panjang saat memasuki tikungan tajam seperti dikampung tersebut.

"Saya sempat mendengar dari pengendara lain kalau mobil trailer ini infonya sudah empat kali terperosok, kenapa harus memaksakan. Jalan jalur ini kan sempit dan banyak tikungan," timpal Saripudin singkat.

BACA JUGA: Dibantu Tronton Pasir, Truk Pengangkut Crane di Cibadak Sukabumi Berhasil Dievakuasi

Sementara itu, Kanit Laka Satlantas Polres Sukabumi, Iptu Hermansyah menjelaskan, sampai saat pihaknya masih menunggu mekanik dari perusahaan yang mengangkut alat berat. Evakuasi juga terkendala banyaknya kendaraan roda empat yang memaksa melalui jalur tersebut. 

"Evakuasi sedikit terhambat karena selain masih menunggu mekanik juga banyak kendaraan roda empat yang memaksa masuk melewati jalur ini," pungkasnya.

Berita Terkini