SUKABUMIUPDATE.com – Akibat terjadinya penyempitan lahan (Sawah), Kelompok Tani (Poktan) Barosjaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengeluhkan beralih fungsinya sawah produktif menjadi kawasan perumahan.
BACA JUGA:Â Hama Wereng Serang Sawah Petani Cibitung Kabupaten Sukabumi
“Banyak lahan sawah pertanian berkelanjutan sudah alih fungsi menjadi perumahan,†keluh Ketua Poktan Barosjaya, Komarudin kepada sukabumiupdate.com, Kamis (5/10/2017).
Sehingga menurutnya, hal itu membuat para petani di Kampung Baros, dan Kampung Pondokkaso Tengah, tak bisa berbuat banyak.
“Kekhawatiran para petani, karena semakin sempit saja sawah yang mereka garap,†tuturnya.
BACA JUGA:Â Wereng Hijau Ancam Produksi Padi di Kota Sukabumi
Ia pun mengatakan dari luas area sawah pertanian berkelanjutan di Kampung Pondokkaso Tengah, RT 02/02, Desa Pondokkaso Tengah, seluas 15 hektare (Ha), sebagian sudah dipergunakan perumahan Tasnim.
“Ada sekitar tiga Ha. Kalau hal ini dibiarkan terus maka sawah-sawah yang produktif akan tergerus oleh perumahan. Mau makan apa? Kalau sawahnya sudah menjadi perumahan, dan saya tidak bisa membayangkan, kedepannya anak cucu kita akan kesulitan beras,†ujarnya risau.
BACA JUGA:Â 40 Hektar Sawah Terancam Puso di Surade Kabupaten Sukabumi
Komarudin berharap supaya pemerintah memperhatikan sekaligus mengkaji ulang berbagai kebijakan yang dikeluarkannya.
“Kami harap Pemda (Pemerintah Daerah) Kabupaten Sukabumi, terutama kepada Kepala Dinas Pertanian, agar memperhatikan dan mengkaji ulang peruntukan perumahan yang menggunakan lahan sawah. Apalagi ini lahan pertanian berkepanjutan yang harus diselamatkan. Karena di Cidahu ini sudah banyak lahan sawah yang berubah menjadi perumahan,†tandasnya.