SUKABUMIUPDATE.com – Seorang pelajar perempuan, Ratu Zulfa Ramadhani (18), warga Kampung Bantarmuncang, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Angkrong, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Selasa pagi (7/4/2026).
Korban yang merupakan siswi MA Al-Amin Cicurug itu diketahui mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Aerox saat berangkat ke sekolah.
Orang tua korban, Zulfa, menuturkan bahwa anaknya berangkat dari rumah sekitar pukul 06.00 WIB setelah sempat meminta uang bekal.
“Dia berangkat pagi dari rumah, minta uang bekal untuk sekolah. Saya hanya berpesan agar hati-hati dan tidak ngebut,” ujarnya.
Baca Juga: Membludak! Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp 100 Triliun
Sebelum menuju sekolah, korban sempat mengantar adiknya ke SDN 5 Cibadak di kawasan Jalan Cagak. Namun, sekitar pukul 06.30 WIB, korban mengalami kecelakaan di wilayah Angkrong.
Pihak keluarga baru mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 08.00 WIB setelah menerima sejumlah panggilan dari nomor tidak dikenal. Saat dihubungi kembali, warga menginformasikan bahwa korban telah dilarikan ke RSUD Sekarwangi.
“Awalnya banyak telepon masuk, karena ponsel saya dalam kondisi senyap. Setelah diangkat, saya diberi tahu anak saya sudah dibawa ke rumah sakit,” kata Zulfa.
Ia kemudian bergegas menuju rumah sakit dan mendapati kondisi anaknya mengalami luka di bagian wajah. “Pas sampai, saya kaget. Ada luka sobek di atas bibir dan pipi,” ungkapnya.
Meski demikian, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kondisi korban dilaporkan mulai membaik. Hasil rontgen tidak menunjukkan adanya patah tulang.
“Alhamdulillah hasil rontgen tidak ada retak. Saat ini masih menunggu hasil CT scan dan pemantauan kondisi kesadarannya,” jelasnya.
Baca Juga: Syaratnya Tanah Sendiri, Bantuan untuk 100 Rumah Tak Layak Huni di Kota Sukabumi: Rp20 Juta Per Unit
Korban disebut sudah dalam kondisi sadar dan mulai dapat beraktivitas ringan dengan pendampingan. “Sudah sadar, sudah bisa ke kamar mandi walaupun masih harus dibantu,” tambahnya.
Luka yang dialami korban berupa robekan di bagian pipi dan atas bibir yang telah mendapatkan penanganan jahitan, serta memar di beberapa bagian tubuh.
“Ada sekitar sepuluh jahitan di pipi dan atas bibir. Selain itu hanya memar di kaki dan wajah,” kata Zulfa.
Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pihak keluarga juga melaporkan kehilangan handphone milik korban yang diduga hilang saat kejadian berlangsung.
“Handphone-nya tidak ada. Kartunya sempat ditemukan di lokasi, tapi sekarang nomornya sudah tidak aktif,” ujarnya.
Pihak keluarga berharap korban segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti semula. “Harapan kami semoga cepat sembuh dan bisa pulang,” tandasnya.





