SUKABUMIUPDATE.com – Insiden yang menimpa seorang siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cirumput, Desa Selawangi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, sempat menyita perhatian publik. Jari tangan korban terluka hingga mengeluarkan darah setelah terkena sisi tajam ompreng atau wadah makanan (food tray) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa itu terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB, tepat saat para siswa menerima makanan di lingkungan sekolah. Momen tersebut terekam dalam video berdurasi 30 detik yang kemudian viral di media sosial, memperlihatkan kondisi korban yang membuat warganet tersentak.
Kepala MI Cirumput, M. Ruslan Fahrul, mengungkapkan bahwa pihak sekolah langsung bergerak cepat begitu insiden terjadi. Penanganan medis segera diberikan kepada korban untuk menghentikan pendarahan pada jari tangannya.
“Kami langsung merespons laporan yang masuk dan memastikan anak mendapatkan penanganan secepat mungkin. Video yang beredar itu sebenarnya dokumentasi internal kami untuk pelaporan kepada pihak dapur, karena luka yang dialami cukup serius hingga mengeluarkan banyak darah,” ujar Ruslan, Selasa (7/4/2026).
Baca Juga: Aksi Pencurian di Cibadak Terekam CCTV, Pelaku Kabur Meski HP Akhirnya Ditemukan
Ruslan tidak menampik bahwa kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya, meski hanya sebatas luka ringan. Namun kali ini, insiden tersebut memicu kekhawatiran lebih besar, termasuk dari pihak orang tua.
Di tengah situasi tersebut, sempat terjadi miskomunikasi yang memicu ketegangan. Pihak sekolah pun mengakui hal itu dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
“Kami memahami reaksi orang tua. Itu hal yang wajar. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, baik kepada keluarga siswa maupun pihak dapur. Tidak ada yang menginginkan kejadian seperti ini,” katanya.
Meski sempat memanas, persoalan akhirnya mereda. Jalur kekeluargaan menjadi pilihan untuk menyelesaikan insiden yang sempat viral tersebut.
Orang tua korban, Ujang Roji (47), mengaku sempat syok saat mengetahui kondisi putrinya, Safa Nafisa Rosdiani (9). Namun, ia memilih untuk tidak memperpanjang persoalan setelah adanya komunikasi yang intensif.
“Sebagai orang tua tentu kami kaget. Tapi yang kami butuhkan adalah kejelasan dan tanggung jawab. Alhamdulillah, setelah difasilitasi pihak sekolah, semuanya bisa diselesaikan dengan baik,” ungkapnya.
Baca Juga: Vonis untuk 10 Terdakwa Kasus Korupsi Proyek Fiktif Telkom Rp464 Miliar
Ia juga menyampaikan apresiasi atas respons cepat yang ditunjukkan pihak sekolah dan pengelola dapur dalam menangani kejadian tersebut.
“Kami berterima kasih karena langsung ditangani dengan cepat. Responnya baik,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala SPPG Pasirhalang 2, Faisal Septian, menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi. Ia menegaskan bahwa pihaknya segera mengambil langkah begitu menerima laporan.
“Kami langsung merespons dengan menyampaikan permohonan maaf dan menawarkan bantuan biaya pengobatan. Ini menjadi perhatian serius bagi kami,” jelas Faisal.
Ia memastikan, kejadian ini tidak akan dianggap sepele. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan, terutama dalam proses pengecekan kelayakan wadah makanan sebelum didistribusikan.
“Ke depan, kami akan memperketat pengawasan di dapur. Semua sarana harus dipastikan aman. Ini bentuk tanggung jawab kami kepada publik,” tegasnya.





