4 Insentif untuk Industri Pers Menurut Sri Mulyani

Minggu 23 Agustus 2020, 04:00 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan memberikan insentif bagi industri pers. Menurutnya, keringanan itu diberikan karena pemerintah menilai fungsi media massa menjadi sangat penting untuk ikut membantu edukasi, memberikan pemahaman dan menimbulkan gaya hidup baru.

Adapun beberapa keringanan tersebut, seperti:

1. PPN Bahan Baku Kertas Koran

Sri Mulyani mengatakan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN bahan baku kertas koran akan ditanggung pemerintah. "Jadi mulai Agustus ini PPN-nya ditanggung oleh pemerintah dan PMK (Peraturan Menteri Keuangan)-nya sudah akan keluar, sudah diharmonisasikan," kata dia dalam Pembukaan Kongres Asosiasi Media Siber Indonesia atau AMSI, Sabtu, 22 Agustus 2020, dilansir dari Tempo.co.

2. Tarif Minimum Pemakaian Listrik Dihilangkan

Pemerintah memberikan keringanan pembayaran listrik untuk kepada golongan sosial, industri, pebisnis yang dayanya lebih besar dari 1.300 VA. Dengan begitu perusahaan pers bisa membayar listrik sesuai yang dipakai, tidak lagi menggunakan aturan minimum pemakaian.

"Kami minta pada PLN itu tidak diminta untuk dibayarkan oleh pelanggan, jadi pelanggan membayar berdasarkan memang yang betul-betul digunakan," ujarnya.

3. Penundaan Pembayaran BPJS Ketenagakerjaan

Pemerintah memberikan insentif penundaan pembayaran Badan Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan. Sri Mulyani mengatakan peraturan akan dikeluarkan pemerintah dalam waktu dekat melalui Peraturan Pemerintah atau PP.

Sedangkan, untuk BPJS Kesehatan, pemerintah belum bisa memberikan insentif pastinya bagi industri media. "Untuk BPJS Kesehatan mungkin agak lebih rumit karena suasana kondisi kesehatan dan BPJS Kesehatan sendiri mesti harus diperhatikan jadi aku belum bisa memberikan keputusan untuk hal itu," ujarnya.

4. Diskon PPH Pasal 25 Jadi 50 Persen

Sri Mulyani mengatakan pemerintah mencoba menggunakan instrumen yang dimiliki untuk membantu industri yang terkena dampak Covid-19. Di antaranya tambahan potongan angsuran pajak penghasilan atau PPh Pasal 25 menjadi 50 persen.

"Semuanya kami lakukan dalam rangka merespons kebutuhan-kebutuhan termasuk masing-masing industri yang secara spesifik, pasti memiliki kondisi tertentu," kata dia.

Wajib pajak yang bergerak pada 1.013 bidang usaha tertentu, perusahaan yang mendapat fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor, serta perusahaan di kawasan berikat berhak mendapatkan tambahan potongan angsuran pajak penghasilan atau PPh Pasal 25. Jika sebelumnya mendapat potongan 30 persen, kini wajib pajak tersebut mendapat pengurangan sebesar 50 persen dari jumlah angsuran terutang.

Menurutnya, pemerintah mencoba all out untuk menggunakan instrumen yang dimiliki untuk membantu industri terdampak Covid-19.

Sumber: Tempo.co

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkini
Inspirasi28 Februari 2024, 11:00 WIB

9 Ide Bisnis Menjanjikan di Bulan Ramadan, Panen Cuan Saat Lebaran!

Bulan Ramadan merupakan bulan penuh berkah dan momen tepat untuk memulai usaha.
Ilustrasi - Bulan Ramadan merupakan bulan penuh berkah dan momen tepat untuk memulai usaha.  (Sumber : Freepik/odua)
Nasional28 Februari 2024, 10:15 WIB

Kasus Santri Tewas di Ponpes Kediri, Polisi Tetapkan 4 Senior Jadi Tersangka

Polisi telah menangkap 4 santri yang diduga melakukan penganiayaan di Ponpes Kediri.
(Foto Ilustrasi) Polisi telah menangkap 4 santri yang diduga melakukan penganiayaan di Ponpes Kediri. | Foto: Istimewa
Life28 Februari 2024, 10:00 WIB

10 Ciri Kesehatan Mental Seseorang Mengalami Kekacauan, Kamu Sedang Merasakannya?

Kesehatan mental seseorang yang mengalami kekacauan dapat merujuk pada berbagai kondisi yang mengganggu keseimbangan emosional, kognitif, dan perilaku.
Ilustrasi - Kesehatan mental seseorang yang mengalami kekacauan dapat merujuk pada berbagai kondisi yang mengganggu keseimbangan emosional, kognitif, dan perilaku. (Sumber : pexels.com/@Liza Summer)
Nasional28 Februari 2024, 09:16 WIB

5 Kejanggalan Santri Tewas di Ponpes Kediri, Tubuh Penuh Luka!

Kasus kematian santri di Ponpes Al Hanifiyah Kediri merupakan tragedi yang menyedihkan.
Ilustrasi korban. Kasus kematian santri di Ponpes Al Hanifiyah Kediri merupakan tragedi yang menyedihkan.  (Sumber : Istimewa/pixabay)
Nasional28 Februari 2024, 09:13 WIB

Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Dibahas di Kabinet, Program Anies dan Ganjar Tidak

Program makan siang gratis sudah dibahas di rapat kabinet sebelum ada pengumuman resmi dari KPU soal pemenang Pilpres 2024.
Tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden saat debat Pilpres 2024 pertama. | Foto: Instagram/@23faisalrahman
Sehat28 Februari 2024, 09:00 WIB

8 Cara Mengobati Batuk Secara Alami dengan Bahan-bahan Rumahan

Ada banyak pengobatan rumahan untuk mengatasi batuk.
Ilustrasi. Batuk | Ada banyak pengobatan rumahan untuk mengatasi batuk. (Sumber : Freepik/@beenzoix)
Fashion28 Februari 2024, 08:00 WIB

8 Tips Memilih Tas Untuk Pergi Liburan, Utamakan Fungsi!

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih tas untuk liburan
Ilustrasi - 8 Tips Memilih Tas Untuk Pergi Liburan, Utamakan Fungsi! (Sumber : Freepik/Jcomp)
Food & Travel28 Februari 2024, 07:00 WIB

Mengenal Silent Travel, Jenis Liburan yang Bermanfaat Untuk Kesehatan Mental

Berikut ini beberapa hal tentang silent travel yang perlu diketahui dan dinilai bermanfaat untuk kesehatan mental
Ilustrasi - Berikut ini beberapa hal tentang silent travel yang perlu diketahui dan dinilai bermanfaat untuk kesehatan mental (Sumber : Instagram/wisatagunungdago)
Food & Travel28 Februari 2024, 06:00 WIB

Resep Chicken Shrimp Roll Ala Hokben, Bisa Jadi Ide Jualan Saat Ramadan

Menjelang bulan Ramadan, Chicken Shrimp Roll bisa menjadi ide jualan yang menguntungkan.
Menjelang bulan Ramadan, Chicken Shrimp Roll bisa menjadi ide jualan yang menguntungkan. (Sumber : X/@hermawan_devina).
Science28 Februari 2024, 05:30 WIB

Prakiraan Cuaca Jabar 28 Februari 2024, Waspada Potensi Hujan Saat Siang

Prakiraan cuaca hari ini wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi dan sekitarnya 28 Februari 2024
Prakiraan cuaca hari ini wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi dan sekitarnya 28 Februari 2024 (Sumber : Freepik/timolina)