SUKABUMIUPDATE.com – Sebuah rumah tinggal di Kampung Cibeureum RT 01/06, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, dilalap si jago merah pada Jumat (13/2/2026) sore. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dari dalam rumah.
Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi, peristiwa terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Petugas menerima laporan pada pukul 16.47 WIB dan satu menit kemudian, tepatnya pukul 16.48 WIB, unit langsung diberangkatkan ke lokasi.
Komandan Regu (Danton) Posko VII Sukaraja, Ade Feri, mengatakan petugas tiba di tempat kejadian kebakaran (TKK) pada pukul 16.56 WIB dengan waktu tanggap (response time) sekitar enam menit.
“Kami menerima laporan pukul 16.47 WIB dan langsung memberangkatkan unit pada pukul 16.48 WIB. Tiba di lokasi pukul 16.56 WIB dengan response time enam menit,” ujar Ade Feri kepada sukabumiupdate.com.
Baca Juga: Jelang Ramadan, Bupati Dorong Percepatan Realisasi Infrastruktur hingga Pengendalian Inflasi
Rumah yang terbakar diketahui milik Sumarno, yang juga menempati bangunan tersebut. Luas rumah sekitar 40 meter persegi, dengan area yang terbakar kurang lebih 8 x 6 meter persegi. Dari hasil pendataan sementara, sekitar 80 persen bangunan terdampak kebakaran, sementara 20 persen lainnya berhasil diselamatkan.
Proses pemadaman berlangsung mulai pukul 16.53 WIB dan dinyatakan selesai pada pukul 17.52 WIB. Petugas melakukan penyemprotan menggunakan satu unit mobil pemadam dari Posko VII Sukaraja yang dibantu satu unit Damkar Kota Sukabumi. Sumber air diperoleh dari hidran dan kolam milik warga sekitar.
“Pemadaman dilakukan dengan satu unit Damkar Posko VII Sukaraja dibantu satu unit Damkar Kota Sukabumi. Sumber air dari hidran dan kolam warga,” jelasnya.
Baca Juga: Modus Baru Peredaran Narkotika di Sukabumi, Polisi Amankan Potongan Kabel Isi Sabu
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan seluruh penghuni rumah dinyatakan selamat. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp60 juta.
Ade Feri menambahkan, proses penanganan sempat mengalami kendala di lapangan. Selain kondisi lalu lintas yang ramai dan macet, akses jalan menuju lokasi cukup sempit serta banyaknya warga yang berkerumun untuk menonton.
“Hambatan di lapangan antara lain kondisi lalu lintas yang ramai dan macet, akses jalan sempit, serta banyaknya masyarakat yang menonton,” katanya.
Baca Juga: Menuju Kepastian Hukum, DPRD Mediasi Sengketa Tanah Kampung Puncak Ceuri
Sebanyak enam personel diterjunkan dalam penanganan kebakaran, terdiri dari tiga pegawai negeri sipil dan tiga tenaga non-ASN. Seluruh petugas dilaporkan dalam kondisi selamat.
Pihak Damkar mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat instalasi listrik rumah tangga. Warga diminta memastikan kondisi kabel dan peralatan listrik dalam keadaan baik guna mencegah kejadian serupa terulang.




