Kabar Pengerahan Puluhan Ribu Prajurit ke Jakarta, Ini Kata Kapuspen TNI

Kabar Pengerahan Puluhan Ribu Prajurit ke Jakarta, Ini Kata Kapuspen TNI

Pangdivif 2 Kostrad Pimpin Defilé HUT ke-80 TNI di Monas 2025. (Sumber : Instagram/@penkostrad).

SUKABUMIUPDATE.com - Markas Besar TNI memberikan penjelasan terkait informasi yang beredar mengenai pengerahan personel militer dalam jumlah besar ke DKI Jakarta.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, menegaskan bahwa mobilisasi prajurit tersebut merupakan bagian dari kegiatan rutin yang dijalankan TNI dalam rangka menjaga stabilitas keamanan serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan karena TNI dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI, selalu siap melaksanakan tugas berpedoman perundang-undangan yang berlaku," kata dikutip dari Antara, Selasa (3/6/2026) malam.

Terkait Jumlah Personel dan Isu Demo

Meski mengonfirmasi kesiapsiagaan tersebut, Nas belum membeberkan secara spesifik misi operasional di balik pengerahan pasukan itu.

Detail mengenai jumlah personel yang digeser ke ibu kota pun masih dirahasiakan.

Mabes TNI juga belum memberikan respons terkait spekulasi yang menyebut mobilisasi prajurit ini dipersiapkan guna mengantisipasi agenda aksi unjuk rasa (demonstrasi) dalam waktu dekat.

Kerahkan Pasukan ke Jakarta

Sebelumnya beredar kabar pengerahan besar-besaran personel TNI Angkatan Laut (TNI AL) untuk pengamanan wilayah Jakarta. Hal ini usai ramai terbongkarnya dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Berdasarkan dokumen laporan Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) yang beredar, TNI AL diduga menyiapkan sebanyak 20.980 personel dalam empat tahapan pengerahan untuk memperkuat pengamanan dan mengantisipasi perkembangan situasi di Ibu Kota.

Rencana tersebut tertuang dalam Surat Telegram Panglima TNI Nomor STR/96/2026 tertanggal 2 November 2026 tentang pengerahan pasukan pengamanan perkembangan situasi.

Pengerahan tahap pertama melibatkan 2.100 personel dari satuan TNI AL yang berada di wilayah Jakarta. Sementara itu, tahap kedua menyiapkan 3.500 personel dan tahap ketiga sebanyak 2.240 personel dari satuan luar Jakarta.

Adapun tahap keempat menyiapkan 13.140 personel dari satuan wilayah Jakarta. Mereka ditempatkan dalam status siaga di masing-masing satuan sembari menunggu perintah pergerakan.

Jika seluruh tahapan direalisasikan, total personel yang disiapkan mencapai 20.980 orang.

Rencana tersebut muncul di tengah kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Prabowo menjadi sorotan setelah Bareskrim Polri menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

Mereka adalah mantan Kapolri yang kini menjabat Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo, Kepala Divisi Hukum Polri Irjen Ahrie Sonta Nasution, serta Irjen Eko Hadi Santoso.

Sumber: Suara.com

 

Berita Terkini
Mantan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat berbicara dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026). (Sumber : YouTube TVR Parlemen)

Motif Listyo

Analisis perjalanan karier Listyo Sigit Prabowo, hubungan politik dengan Jokowi, dan pertanyaan tentang motif dugaan penyadapan Presiden Prabowo. Siapa pemberi perintahnya?

04 Nov 2026, 08:43 WIB