Viral Dokter di NTT Akhiri Hidup, Diduga Usai Diintimidasi 2 Anggota DPRD

Sukabumiupdate.com
Minggu 28 Jun 2026, 10:49 WIB
Viral Dokter di NTT Akhiri Hidup, Diduga Usai Diintimidasi 2 Anggota DPRD

Ilustrasi Dokter. (Sumber : Magnifici.com/krakenimages.com).

SUKABUMIUPDATE.com - Dugaan adanya intimidasi dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di balik kematian tragis seorang tenaga medis kini memasuki babak baru.

Kementerian Kesehatan memastikan akan menginvestigasi atas meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni (dr. Icha), dokter RS Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur yang diduga kuat mengakhiri hidupnya karena tekanan tersebut.

Kemenkes memastikan proses pencarian fakta ini tidak akan dilakukan sepihak. Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, investigasi bersama pihak terkait ini dilakukan untuk menjamin proses secara objektif, transparan, dan akuntabel.

"Kami sangat prihatin atas peristiwa ini. Setiap tenaga kesehatan berhak mendapatkan perlindungan, rasa aman, dan penghormatan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Tidak boleh ada intimidasi, tekanan, ataupun tindakan yang merendahkan martabat tenaga kesehatan," kata Aji melalui keterangan tertulis pada Sabtu, 27 Juni 2026, dikutip via Tempo.co.

Baca Juga: Diduga Jatuh Lewat Celah Penutup, Cerita Warga Ciracap Temukan Balita Meninggal di Sumur 10 Meter

Aji mengatakan saat ini Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan bersama Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan sudah turun langsung menginvestigasi kasus ini. Dalam prosesnya, kata dia, tim Kementerian Kesehatan akan melibatkan pemerintah daerah, organisasi profesi, aparat penegak hukum, dan pihak rumah sakit untuk memastikan perlindungan hukum serta dukungan psikososial bagi tenaga kesehatan.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga menyampaikan duka cita atas insiden yang menimpa Icha. Aji menegaskan, Kementerian Kesehatan mengutuk segala bentuk intimidasi, perundungan, maupun penyalahgunaan kewenangan terhadap tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Ia juga mengingatkan bahwa praktik semacam itu tidak hanya mengganggu pelayanan kesehatan, tetapi juga dapat berdampak serius terhadap kondisi psikologis tenaga medis.

Namun demikian, Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menghormati proses investigasi yang sedang berlangsung. Ia meminta seluruh pihak tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi hingga hasil penyelidikan resmi diumumkan.

Baca Juga: Jude Bellingham dan Harry Kane Bawa Inggris Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

"Kementerian Kesehatan mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, menghormati proses investigasi, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," kata Aji.

Adapun Icha ditemukan tewas di rumahnya di Perumahan RSS Baumata, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang. Korban ditemukan tergantung di lantai dua rumah pada Jumat, 26 Juni 2026.

Menurut Kapolres Kupang Ajun Komisaris Besar Rudy Junus Jacob Ledo, hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah korban menunjukkan bekas jeratan pada bagian leher yang diduga berkaitan erat dengan penyebab kematian. "Selain itu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," ucap dia, pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Kematian korban diduga kuat akibat depresi setelah menerima intimidasi. Almarhum diduga diintimidasi oleh dua anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) saat bertugas jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu.

Sumber: Tempo.co

 

 

Berita Terkait
Berita Terkini