SUKABUMIUPDATE.com - Kesedihan mendalam masih dirasakan keluarga Sugimat (40) dan Holisoh (33), warga Kampung Cadas Ngampar, RT 014/004, Desa Ciracap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Anak ketiga mereka, seorang balita berinisial GA yang lahir pada 28 Juli 2024 lalu, ditemukan meninggal dunia di dasar sumur sedalam 10 meter pada Sabtu malam (27/6/2026).
Jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 18.30 WIB di sumur milik warga yang berjarak 50 meter dari rumah tinggalnya. Menurut keterangan warga, sumur tersebut masih digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Pada bagian atas sumur memang telah ditutup dengan cor beton, akan tetapi pada salah satu sisinya masih terdapat celah yang hanya ditutup menggunakan susunan batu bata.
Warga menduga korban yang sudah mulai aktif berjalan mendekati sumur karena penasaran dengan lubang di sekitar tumpukan batu bata, lalu terjatuh ke dalam sumur melalui celah tersebut.
Baca Juga: Tragis, Balita di Ciracap Sukabumi Ditemukan Meninggal Dalam Sumur
"Anaknya memang sudah bisa berjalan. Waktu dicari ke mana-mana tidak ketemu. Kami juga sempat memeriksa sumur itu menggunakan batang bambu, tetapi belum ada hasil," ujar seorang warga kepada Sukabumiupdate.com, Minggu (28/6/2026).
Sejak korban dinyatakan hilang, keluarga bersama warga langsung melakukan pencarian ke berbagai sudut kampung. Namun hingga menjelang waktu Magrib, keberadaan balita tersebut belum juga ditemukan.
Di tengah upaya pencarian, seorang sesepuh kampung menyampaikan keyakinannya bahwa korban berada tidak jauh dari lokasi yang sedang dicari. Berbekal keyakinan itu, warga kembali memeriksa sumur yang sebelumnya sempat diperiksa.
"Kami kembali memasukkan bambu ke dalam sumur. Saat itu terasa seperti menyentuh sesuatu. Akhirnya bambu dipasangi paku untuk mengait. Setelah dicoba lagi, yang tersangkut ternyata kaos korban. Dari situ kami langsung melakukan evakuasi," tutur warga.
Baca Juga: Sekda Sukabumi: Efisiensi Anggaran Jangan Sampai Turunkan Kualitas Pelayanan Publik
Korban akhirnya berhasil dievakuasi dari dasar sumur. Namun nahas, balita malang tersebut sudah dalam kondisi meninggal dunia. Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga maupun warga yang sejak sore bahu-membahu melakukan pencarian.
Kapolsek Ciracap AKP Taufick Hadian mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan keamanan sumur-sumur yang masih digunakan, terutama yang berada di lingkungan permukiman.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dengan memastikan seluruh sumur memiliki penutup yang kuat dan aman sehingga tidak membahayakan anak-anak maupun warga lainnya.
"Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan memastikan setiap sumur yang masih digunakan memiliki penutup yang aman untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa," ujar AKP Taufick Hadian.






