Guru Madrasah Pajampangan Kembali Turun ke Jalan, Tuntut Kesetaraan Hak PPPK di DPR

Sukabumiupdate.com
Rabu 20 Mei 2026, 17:14 WIB
Guru Madrasah Pajampangan Kembali Turun ke Jalan, Tuntut Kesetaraan Hak PPPK di DPR

Aksi unjuk rasa ratusan guru madrasah tuntut kesetaraan hak PPPK di DPR RI, Rabu (20/5/2026). (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Ratusan guru madrasah swasta yang tergabung dalam Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) wilayah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi, kembali berangkat ke Jakarta untuk menyuarakan tuntutan kesetaraan hak dalam pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Mereka bergabung bersama ribuan guru madrasah dan guru sekolah swasta dari berbagai daerah di Indonesia dalam aksi bertajuk SIAGA (Silaturahmi Akbar Guru Indonesia) di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026).

Aksi dimulai sekitar pukul 13.00 WIB usai massa melaksanakan salat dzuhur. Sebelumnya, para peserta yang telah berkumpul sejak pukul 08.00 WIB melakukan long march sejauh sekitar tiga kilometer menuju kawasan parlemen sambil menyampaikan orasi secara damai bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118.

Koordinator PGMM Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Andri Ginanjar mengatakan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk perjuangan para guru madrasah swasta untuk memperoleh keadilan dan kesetaraan hak, khususnya terkait pengangkatan PPPK dan peningkatan kesejahteraan guru.

Baca Juga: Pendarahan Otak Hingga Tak Mampu Bertahan: Korban Pembacokan di Cikidang Sukabumi

“Kami berharap pemerintah dan DPR bisa mendengar aspirasi guru madrasah swasta. Banyak guru yang sudah mengabdi puluhan tahun, tetapi sampai sekarang status dan kesejahteraannya belum jelas,” ujar Andri kepada Sukabumiupdate.com.

Menurutnya, selain menuntut pembukaan formasi PPPK yang lebih luas bagi guru madrasah swasta, para peserta aksi juga meminta pembayaran tunjangan profesi guru (TPG) dilakukan tepat waktu serta penghapusan diskriminasi terhadap guru madrasah.

“Mudah-mudahan ada solusi nyata dari pemerintah, termasuk revisi regulasi yang selama ini dirasa belum berpihak kepada pendidikan madrasah,” katanya.

Dalam aksi tersebut, massa juga mendesak DPR RI dan Kementerian Agama (Kemenag) segera membentuk Panitia Kerja (Panja) khusus untuk menangani persoalan guru madrasah di Indonesia.

Baca Juga: Sebatang Kara di Rumah Reyot, Lansia di Surade Bertahan Dalam Kondisi Sakit

Sejumlah guru honorer mengaku prihatin karena masih menerima gaji rendah meski telah mengabdi selama bertahun-tahun. Kondisi itu menjadi salah satu alasan utama mereka kembali turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah pusat.

Saat aksi berlangsung, Presiden Prabowo Subianto tengah menghadiri rapat paripurna bersama anggota DPR RI. Massa aksi kemudian diarahkan ke kawasan Senayan Park setelah Presiden selesai berpidato dan sempat menyapa para demonstran saat keluar dari gedung parlemen.

Aksi berlangsung tertib dan damai hingga massa membubarkan diri sekitar pukul 15.30 WIB setelah 30 perwakilan guru madrasah melakukan pertemuan dengan perwakilan Komisi VIII DPR RI dan pihak Kementerian Agama.

Berita Terkait
Berita Terkini