SUKABUMIUPDATE.com - Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS oleh oknum anggota BAIS TNI berbuntut pada pengunduran diri Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Letjen Yudi Abrimantyo.
Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral atas tindakan brutal yang dilakukan bawahannya terhadap Andrie Yunus, aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).
Lalu, siapa sebenarnya Letjen Yudi Abrimantyo? Bagaimana perjalanan karier serta rekam jejaknya selama ini? Dikutip dari Suara.com, simak ulasan profil dan laporan harta kekayaannya berikut.
Profil Letjen Yudi Abrimantyo
Lahir pada tahun 1967, Yudi Abrimantyo merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1989. Ia besar di kecabangan Infanteri, khususnya di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Latar belakangnya sebagai prajurit komando membuatnya memiliki spesialisasi kuat di bidang intelijen strategis.
Kariernya di BAIS TNI sebenarnya bukan barang baru. Pada periode 2016-2018, ia sudah menjabat sebagai Perwira Pembantu A-5 Direktorat A BAIS TNI.
Baca Juga: Iran Batasi Akses Selat Hormuz! Indonesia Tak Masuk Daftar, Harga BBM Terancam Naik?
Kariernya kian moncer saat dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan (Ditjen Strahan) Kemhan (2020-2021).
Yudi Abrimantyo juga pernah menjadi anak buah Prabowo Subianto saat menjabat sebagai Kepala Badan Instalasi Strategis Nasional (Bainstranas) Kemhan pada 2021-2024.
Puncaknya pada Maret 2024, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melantiknya menjadi Kabais TNI menggantikan Letjen Rudianto.
Namun, jabatan itu harus dilepaskan tepat dua tahun kemudian akibat skandal air keras yang menyeret empat anggotanya, yakni Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.
Harta Kekayaan Yudi Abrimantyo
Sebagai pejabat negara, Letjen Yudi Abrimantyo rutin melaporkan harta kekayaannya kepada KPK.
Berdasarkan LHKPN yang dilaporkan pada 11 April 2025 (periode 2024), Yudi tercatat memiliki total kekayaan bersih sebesar Rp8.495.224.863 (Rp 8,4 miliar) tanpa catatan utang.
Mayoritas hartanya berasal dari aset tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta Timur, Bogor, dan Bekasi dengan total nilai mencapai Rp4,9 miliar. Salah satu aset terbesarnya adalah rumah seluas 257 m2 di Jakarta Timur senilai Rp 3 miliar.
Untuk urusan otomotif, Yudi melaporkan dua unit mobil di garasinya, yakni Toyota Agya tahun 2023 hasil sendiri dan Hyundai Creta tahun 2022 yang tercatat sebagai hadiah.
Total nilai koleksi kendaraannya mencapai Rp 350 juta. Selain itu, ia memiliki kas dan setara kas yang cukup jumbo, yakni sebesar Rp2,39 miliar.
Baca Juga: Geram Disebut ‘Wartawan Bodrex’ usai Tragedi Tenda Biru, Wartawan Sukabumi Siap Tempuh Jalur Hukum
Daftar Brevet dan Tanda Kehormatan
Sebagai perwira tinggi jebolan Kopassus, seragam Letjen Yudi dihiasi berbagai brevet bergengsi, di antaranya:
- Brevet Kualifikasi Komando Kopassus
- Brevet Jump Master
- Bintang Kartika Eka Paksi Nararya
- Satyalancana G.O.M VII (Pemberantasan kelompok bersenjata)
- Satyalancana Seroja
- Satyalancana Kesetiaan (8, 16, hingga 24 tahun)
Sumber: Suara.com.


