SPPG Mekarsari Sukabumi Disidak: Sayur Dipotong di Lantai, Sempit Tanpa Chiller

Sukabumiupdate.com
Minggu 10 Mei 2026, 21:36 WIB
SPPG Mekarsari Sukabumi Disidak: Sayur Dipotong di Lantai, Sempit Tanpa Chiller

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang saat sidak ke SPPG Nyalindung Mekarsari, Kabupaten Sukabumi, Rabu (6/5/2026) | Foto : dok.bgn

SUKABUMIUPDATE.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukabumi Nyalindung Mekarsari, Kabupaten Sukabumi, disidak oleh tim Badan Gizi Nasional (BGN), Rabu (6/5/2026) malam. Sidak dilakukan langsung oleh Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang bersama tim BGN dan tim Wakil Presiden.

Menurut Nanik, Sukabumi dipilih sebagai lokasi pengecekan karena daerah tersebut dinilai cukup sering muncul laporan persoalan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari gangguan pencernaan hingga temuan ulat dan belatung di makanan.

“Rabu malam saya bersama tim, ditambah tim Pak Wapres, meluncur ke Sukabumi untuk melihat dapur/SPPG secara random,” ujar Nanik seperti dikutip sukabumiupdate.com dari media sosial BGN.

Awalnya, rombongan berencana mendatangi SPPG yang sebelumnya viral akibat adanya temuan belatung di ompreng makanan. Namun di tengah perjalanan, mereka memutuskan melakukan pengecekan ke SPPG Sukabumi Nyalindung Mekarsari.

Saat tiba di lokasi, Nanik mengaku prihatin melihat proses pengolahan makanan di dapur tersebut. Ia mendapati sayuran dipotong langsung di lantai pada area persiapan.

“Begitu saya lompat dari mobil, saya dihadapkan pada pemandangan memotong sayur di lantai,” katanya.

Baca Juga: Jemaah Haji Indonesia Wafat di Arab Saudi Bertambah Jadi 23 Orang

Ia menilai kondisi itu berpotensi mengganggu higienitas makanan, terlebih proses pemotongan dilakukan di ruang pemorsian.

Selain itu, dapur yang memproduksi sekitar 3.400 porsi MBG tersebut disebut memiliki ukuran kecil dengan fasilitas yang terbatas. Ruang gudang basah dan gudang kering disebut tidak memiliki pendingin ruangan.

SPPG itu juga tidak memiliki gudang alat, gudang bahan kimia, maupun mess karyawan. Bahkan ruang pemorsian yang seharusnya menggunakan AC juga disebut tidak dilengkapi pendingin ruangan.

“Untuk cuci ompreng juga di ruang terbuka,” ungkapnya.

Dari sisi peralatan, dapur tersebut juga disebut belum memiliki chiller maupun steam ompreng. Peralatan penunjang lain seperti alat pengupas telur dan vacuum juga tidak tersedia.

Nanik turut menyoroti penerapan standar operasional prosedur (SOP) pengolahan makanan. Ia mencontohkan ayam yang sudah dicuci dan dimarinasi harus disimpan di ruangan ber-AC biasa karena dapur tersebut tidak memiliki chiller.

“Karena tidak punya chiller maka setelah dimarinasi akan disimpan di ruang yang satu-satunya ada AC,” ujarnya.

Berita Terkait
Berita Terkini