3 Bobotoh Diserang OTK Usai Nobar Persib vs Persija di Sukabumi, Luka di Kepala

Sukabumiupdate.com
Minggu 10 Mei 2026, 22:15 WIB
3 Bobotoh Diserang OTK Usai Nobar Persib vs Persija di Sukabumi, Luka di Kepala

Salah seorang bobotoh korban penyerangan OTK usai nobar Pesib VS Persija di Sukabumi | Foto : Ibnu Sanubari

SUKABUMIUPDATE.com - Tiga orang pendukung Persib Bandung dilaporkan menjadi korban dugaan penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) usai kegiatan nonton bareng pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta di wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (10/5/2026) malam.

Salah satu korban diketahui merupakan anggota Bomber, sementara dua korban lainnya berasal dari kelompok Viking. Peristiwa itu disebut terjadi di lokasi berbeda saat para korban hendak pulang usai nonton bareng.

Ketua Mabes Bomber Sukabumi Barat, Ade Abo, mengatakan satu anggota Bomber diduga menjadi korban penyerangan di wilayah Karangtengah, Kecamatan Cibadak.

“Untuk kronologi sepulang nobar, pas beres nobar pada pulang ke rumah ada yang nyegat di jalan Karangtengah, Cibadak,” ujar Ade kepada media.

Menurutnya, dua korban lain dari kelompok Viking mengalami kejadian serupa di wilayah Bantar Muncang, Cibadak.

“Anak Bobotoh Viking dua orang, jadi sama Bomber tiga orang,” katanya.

Baca Juga: SPPG Mekarsari Sukabumi Disidak: Sayur Dipotong di Lantai, Sempit Tanpa Chiller

Ade menyebut para korban saat itu bukan sedang melakukan konvoi, melainkan perjalanan pulang usai mengikuti kegiatan nonton bareng.

“Pulang nobar ya,” ucapnya.

Ia menduga pelaku merupakan suporter lawan. Namun para korban disebut tidak mengenal orang-orang yang terlibat dalam kejadian tersebut.

“Suporter lawan dari Persija,” katanya.

Ade berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan meminta pelaku segera ditangkap.

“Harapannya mungkin ke depannya jangan ada hal-hal yang nyegat-nyegat lagi aja, pengen damai, mungkin yang tersangka cepat ditangkap aja,” ujarnya.

Salah satu korban, Mahfudin (27), mengatakan dirinya saat itu baru pulang usai mengikuti nonton bareng di kawasan PCNU. Ia mengaku sempat mengawal rekannya sebelum akhirnya pulang ke arah Ciheulangtonggoh.

Mahfudin mengatakan kejadian bermula di sekitar rel kereta Karangtengah, Cibadak. Saat itu, ia mendengar teriakan dari sejumlah orang namun awalnya tidak menghiraukannya.

“Nggak menghiraukan dia teriak-teriak,” katanya.

Namun tidak lama kemudian, ia melihat saudara dan temannya terlibat keributan hingga dipukuli. Mahfudin mengaku turun untuk melerai, namun justru ikut menjadi korban.

“Awalnya sih mau melerai tapi malah saya yang kena,” ujarnya.

Baca Juga: Jemaah Haji Indonesia Wafat di Arab Saudi Bertambah Jadi 23 Orang

Ia mengaku tidak mengetahui benda yang mengenai dirinya saat kejadian berlangsung. Setelah mengalami luka dan mengeluarkan darah, Mahfudin kemudian dibawa pulang oleh teman dan saudaranya.

Menurut Mahfudin, kejadian itu berlangsung selepas Magrib dan sempat terjadi cekcok di lokasi.

“Iya, sempat terjadi cekcok juga,” katanya.

Mahfudin menduga orang-orang yang terlibat merupakan suporter lawan. Namun ia mengaku tidak mengenali para pelaku dan tidak mengetahui pasti jumlah mereka.

Saat ini Mahfudin mengalami luka di bagian kepala dan masih merasakan sakit akibat kejadian tersebut.

“Kalau luka sih dari kepala semua, agak sakit sedikit,” ujarnya.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keteangan resmi dari pihak kepolisian terkait insiden tersebut.

Berita Terkait
Berita Terkini