TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
bankbjb

Gunung Semeru Muntahkan Awan Panas Guguran Sejauh 7 Kilometer

Sumber awan panas guguran Gunung Semeru itu berasal dari tumpukan di ujung lidah lava yang berada sekitar 800 meter dari puncak atau Kawah Jonggring Seloko.

Penulis
Minggu 4 Des 2022, 11:51 WIB

Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru terpantau dari CCTV Pos Pantau PVMBG pukul 06.30 WIB, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (4/12/2022). | Foto: CCTV Pos Pantau PVMBG via BNPB

SUKABUMIUPDATE.com - Gunung Semeru memuntahkan Awan Panas Guguran (APG) pada Minggu (4/12/2022) sejak pukul 02.46 WIB. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah tenggara dan selatan setinggi kurang lebih 1.500 meter di atas puncak.

Aktivitas erupsi Gunungapi Semeru itu terekam di seismograf dengan aplitudo maksimum 35 mm dan durasi 0 detik.

Menurut Kementerian ESDM, Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), yang dikutip dari situs resmi BNPB, sumber awan panas guguran itu berasal dari tumpukan di ujung lidah lava yang berada sekitar 800 meter dari puncak atau Kawah Jonggring Seloko.

Baca Juga: Data Korban Meninggal Awan Panas Gunung Semeru, BNPB: 48 Orang

Berdasarkan pantauan CCTV Semeru, fenomena APG terus berlangsung hingga Minggu pagi pukul 07.42 WIB dengan jarak luncur bervariasi antara 5 sampai 7 kilometer. Hingga berita ini dibuat, fenomena APG Gunungapi Semeru masih berlangsung.

Sebagai antisipasi dampak risiko dari APG Gunungapi Semeru, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang turun ke lapangan untuk kaji cepat dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kami sudah berada di pos pantau. APG saat ini masih berlangsung dengan jarak antara 5 sampai 7 kilometer. Pos pantau kita jaraknya kurang lebih 12 kilometer dari puncak,” kata Joko Sambang, Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Lumajang.

Baca Juga: Badan Geologi ESDM Duga Curah Hujan Jadi Penyebab Erupsi Gunung Semeru

Joko menambahkan berdasarkan pantauan di lapangan bersama tim PVMBG, abu vulkanik terlihat membubung tinggi ke atas dan cenderung mengarah ke selatan. Sebagai antisipasi adanya dampak risiko abu vulkanik, tim BPBD Kabupaten Lumajang juga membagikan masker gratis kepada masyarakat.

“Abu vulkanik mengarah ke selatan, ke Rowo Baung. Di sana sudah ada teman-teman membagikan masker dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Joko.


Halaman :
Berita Terkait
BERITA TERPOPULER
Berita Terkini
x