SUKABUMIUPDATE.com - Pernah merasa sudah tahu apa yang ingin disampaikan, tetapi ketika mulai berbicara justru kata-kata yang keluar menjadi tidak beraturan? Kalimat terasa berputar-putar, terlalu banyak menjelaskan, atau bahkan sulit menemukan kata yang tepat. Kondisi seperti ini cukup umum terjadi dan bisa dialami siapa saja.
Dalam percakapan sehari-hari, orang yang sering berbicara belibet terkadang dianggap tidak mampu menyampaikan pikiran dengan baik. Padahal, dari sudut pandang psikologi, cara seseorang berbicara dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kecemasan, kurang percaya diri, kebiasaan berkomunikasi, hingga kondisi ketika seseorang merasa tidak cukup didengarkan.
Bicara belibet dapat dipahami sebagai kondisi ketika seseorang kesulitan menyampaikan gagasan secara runtut dan jelas. Seseorang mungkin terlalu banyak memberikan penjelasan, berpindah-pindah topik, mengulang perkataan, atau membutuhkan waktu lebih lama untuk
1. Rasa Cemas Saat Berbicara
Salah satu faktor yang dapat membuat seseorang berbicara tidak lancar adalah kecemasan. Ketika merasa gugup atau takut melakukan kesalahan, seseorang dapat menjadi terlalu fokus pada bagaimana dirinya dinilai oleh orang lain.
Akibatnya, perhatian yang seharusnya digunakan untuk menyampaikan pesan justru terbagi dengan pikiran seperti, “Apakah perkataanku benar?”, “Bagaimana kalau mereka salah paham?” atau “Apa yang mereka pikirkan tentang saya?”
Pikiran-pikiran tersebut dapat membuat seseorang semakin sulit menyusun perkataan secara spontan.
Baca Juga: Manfaat Stevia, Pemanis Alami Rendah Kalori yang Ramah bagi Penderita Diabetes
2. Terlalu Banyak Berpikir Sebelum Berbicara
Ada orang yang memiliki banyak hal di dalam pikirannya sekaligus. Ketika mencoba menyampaikannya, semua ide tersebut keluar hampir bersamaan.
Inilah yang terkadang membuat pembicaraan terdengar melompat-lompat. Seseorang sebenarnya memahami apa yang ingin ia sampaikan, tetapi kesulitan menentukan mana yang harus dikatakan terlebih dahulu.
3. Kurang Percaya Diri dan Takut Disalahpahami
Kurangnya rasa percaya diri juga dapat memengaruhi cara seseorang berkomunikasi. Seseorang mungkin merasa bahwa perkataannya belum cukup jelas sehingga terus menambahkan penjelasan.
Kebiasaan tersebut dapat berkembang menjadi overexplaining, yaitu kecenderungan memberikan penjelasan lebih banyak daripada yang sebenarnya diperlukan.
4. Pengalaman Merasa Tidak Didengarkan
Pengalaman seperti sering dipotong, diabaikan, tidak mendapat respons, atau merasa pendapatnya tidak dianggap dapat memengaruhi cara seseorang berkomunikasi. Dalam beberapa kasus, seseorang justru bisa menjadi lebih banyak menjelaskan karena ingin memastikan dirinya benar-benar dipahami.
Baca Juga: Disnakertrans Sukabumi Buka Pelatihan Vokasi Nasional Batch 5, Pendaftaran hingga 6 September
5. Terbiasa Menjelaskan Banyak Hal
Bicara berbelit juga dapat menjadi sebuah kebiasaan. Seseorang yang sejak lama terbiasa menjelaskan sesuatu secara sangat detail mungkin tidak menyadari bahwa gaya komunikasinya terdengar panjang bagi orang lain.
6. Stres dan Kelelahan Dapat Memengaruhi Konsentrasi
Ketika seseorang sedang mengalami stres atau kelelahan, kemampuan untuk berkonsentrasi dan mengorganisasi pikiran dapat ikut terpengaruh. Akibatnya, seseorang mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan kata yang tepat atau menyusun gagasan.
Sering bicara belibet dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti kecemasan, terlalu banyak berpikir, kurang percaya diri, pengalaman merasa tidak didengarkan, kebiasaan komunikasi, serta stres atau kelelahan.
Jadi, jika Anda sering merasa kata-kata yang keluar tidak serapi yang ada di dalam pikiran, bukan berarti Anda tidak mampu berkomunikasi. Bisa jadi ada faktor emosional, situasional, atau kebiasaan yang memengaruhi cara Anda menyampaikan sesuatu.
Pada akhirnya, komunikasi bukan hanya tentang seberapa lancar seseorang berbicara, tetapi juga tentang seberapa baik seseorang dapat didengarkan dan dipahami.
Baca Juga: Kandang Ayam Dua Lantai di Waluran Sukabumi Terbakar, Sekitar 50 Persen Mati Terpanggang
Sumber: Berbagai Sumber















