SUKABUMIUPDATE.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat Indonesia biasanya melakukan berbagai persiapan. Tidak hanya menyiapkan kebutuhan rumah tangga dan makanan khas, tetapi juga menjalankan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini menjadi bagian penting dari budaya masyarakat sekaligus sarana mempererat hubungan sosial dan silaturahmi.
Di berbagai daerah, tradisi menjelang Lebaran memiliki bentuk yang beragam, mulai dari mudik, ziarah kubur, hingga perayaan budaya khas daerah. Berikut beberapa tradisi menjelang Lebaran di Indonesia yang masih dilestarikan hingga saat ini.
1. Mudik
Mudik merupakan tradisi pulang ke kampung halaman yang dilakukan para perantau untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Tradisi ini menjadi fenomena tahunan di Indonesia dan melibatkan jutaan orang yang melakukan perjalanan menjelang Idul Fitri.
Menurut survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, pada periode Lebaran 2026 diperkirakan sekitar 143,9 juta orang melakukan perjalanan mudik, atau sekitar 50 persen dari total penduduk Indonesia.
Tradisi mudik tidak hanya sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan kesempatan untuk berkumpul kembali dengan keluarga besar.
2. Ziarah Kubur (Nyadran atau Nyekar)
Ziarah kubur merupakan tradisi mengunjungi makam keluarga atau leluhur untuk mendoakan mereka menjelang Lebaran. Di beberapa daerah di Jawa, tradisi ini dikenal dengan istilah Nyadran atau Nyekar.
Kegiatan ini biasanya dilakukan dengan membersihkan makam, menaburkan bunga, dan membaca doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang telah meninggal.
Baca Juga: 750 Personel Gabungan Siap Amankan Lebaran di Sukabumi, Polisi Antisipasi Titik Macet dan Wisata
3. Memasak Hidangan Khas Lebaran
Menjelang Lebaran, banyak keluarga mulai menyiapkan berbagai hidangan khas untuk menyambut tamu yang datang bersilaturahmi.
Beberapa makanan yang sering disajikan antara lain Ketupat, Rendang, serta berbagai kue kering seperti Nastar dan Kastengel. Ketupat sendiri merupakan hidangan berbahan dasar beras yang dimasak dalam anyaman daun kelapa dan sering disajikan pada perayaan besar di Asia Tenggara, termasuk Idul Fitri.
Tradisi memasak bersama ini juga menjadi momen kebersamaan bagi anggota keluarga.
4. Membeli Baju Baru
Mengenakan pakaian terbaik saat Lebaran sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Banyak orang membeli baju baru untuk dipakai pada hari raya.
Tradisi ini sebenarnya memiliki makna simbolis, yaitu melambangkan kebersihan dan kesucian setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan.
5. Berbagi THR
Berbagi Tunjangan Hari Raya merupakan tradisi yang identik dengan Lebaran. Orang dewasa biasanya memberikan amplop berisi uang kepada anak-anak atau kerabat yang lebih muda.
Selain sebagai bentuk berbagi kebahagiaan, tradisi ini juga mengajarkan nilai kedermawanan dan mempererat hubungan keluarga.
6. Malam Takbiran
Malam sebelum Idul Fitri dikenal dengan malam takbiran. Pada malam ini, umat Muslim mengumandangkan takbir sebagai ungkapan syukur setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.
Di berbagai daerah di Indonesia, malam takbiran sering diramaikan dengan kegiatan takbir keliling, pawai obor, serta tabuhan bedug.
Selain tradisi umum, beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi khas yang dilakukan menjelang atau saat Lebaran diantaranya:
Baca Juga: Resep Es Teler Cake Dessert Box, Hidangan Manis untuk Keluarga Saat Lebaran
7. Tumbilotohe (Gorontalo)
Tumbilotohe merupakan tradisi memasang lampu minyak di halaman rumah dan sepanjang jalan pada tiga malam terakhir Ramadan. Lampu-lampu tersebut disusun rapi dan menciptakan pemandangan indah sebagai simbol cahaya keimanan menjelang Idul Fitri.
8. Meriam Karbit (Pontianak)
Festival Meriam Karbit adalah tradisi membunyikan meriam besar dari kayu di tepi Sungai Kapuas. Dentuman meriam menjadi tanda kegembiraan masyarakat dalam menyambut Lebaran dan sudah menjadi bagian dari budaya lokal Pontianak.
9. Meugang (Aceh)
Meugang merupakan tradisi masyarakat Aceh membeli dan memasak daging sapi atau kerbau menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Kegiatan ini biasanya dilakukan untuk dimakan bersama keluarga atau dibagikan kepada tetangga sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian sosial.
10. Grebeg Syawal (Yogyakarta)
Grebeg Syawal adalah tradisi Keraton Yogyakarta yang dilakukan setiap 1 Syawal. Tradisi ini ditandai dengan arak-arakan gunungan berisi hasil bumi yang kemudian diperebutkan masyarakat sebagai simbol berkah dan kemakmuran.
11. Perang Topat (Lombok)
Perang Topat merupakan tradisi saling melempar ketupat yang dilakukan oleh masyarakat Lombok. Tradisi ini melambangkan kerukunan antara umat Islam dan Hindu yang hidup berdampingan di daerah tersebut.
Baca Juga: Santiago Bernabeu Jadi Venue Finalissima Argentina vs Spanyol
12. Ronjok Sayak (Bengkulu)
Ronjok Sayak adalah tradisi membakar tumpukan batok kelapa kering saat malam takbiran. Api dari batok kelapa tersebut menjadi simbol kegembiraan masyarakat dalam menyambut hari kemenangan.
13. Binarundak (Sulawesi Utara)
Binarundak merupakan tradisi memasak nasi jaha di dalam bambu yang dilakukan secara bersama-sama beberapa hari setelah Lebaran. Tradisi ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga.
Beragam tradisi menjelang Lebaran menunjukkan kekayaan budaya Indonesia yang berpadu dengan nilai keagamaan. Dari mudik hingga tradisi khas daerah seperti Tumbilotohe dan Grebeg Syawal, semuanya memiliki makna yang sama, yaitu mempererat silaturahmi, berbagi kebahagiaan, serta melestarikan budaya lokal.
Dengan menjaga dan melestarikan tradisi tersebut, masyarakat Indonesia tidak hanya merayakan Hari Raya Idul Fitri, tetapi juga mempertahankan warisan budaya yang menjadi identitas bangsa.
Sumber: berbagai sumber






