SUKABUMIUPDATE.com - Budaya self-improvement semakin populer, terutama di kalangan Generasi Z. Lewat media sosial, Gen Z kerap membagikan rutinitas harian mereka yang berkaitan dengan produktivitas, kesehatan mental, hingga pengembangan diri.
Aktivitas ini bukan sekadar mengikuti tren visual yang estetik, tetapi juga menjadi cara untuk menjaga keseimbangan hidup di tengah tekanan akademik, pekerjaan, dan tuntutan sosial yang semakin kompleks.
Berbeda dengan generasi sebelumnya yang fokus pada kerja keras tanpa jeda, Gen Z lebih sadar akan pentingnya merawat diri secara menyeluruh. Mereka percaya bahwa peningkatan kualitas hidup tidak hanya soal pencapaian, tetapi juga tentang kondisi mental dan fisik yang stabil.
Berikut tren self-improvement ala Gen Z yang kini banyak digemari dan bisa kamu coba.
1. Journaling
Menulis jurnal menjadi salah satu kebiasaan populer di kalangan Gen Z. Tidak hanya untuk mencatat aktivitas harian, journaling juga digunakan sebagai media mengekspresikan perasaan, menuliskan rasa syukur, hingga menyusun rencana masa depan.
Baca Juga: Kejang Demam pada Anak: Penyebab, Tanda, dan Cara Penanganannya
Banyak yang mengemas jurnal mereka secara kreatif dan membagikannya di media sosial.
Kegiatan ini terbukti membantu mengelola stres dan kecemasan. Dengan menuliskan isi pikiran, seseorang dapat memahami emosinya dengan lebih baik dan meningkatkan kesadaran diri secara perlahan.
2. Healing Trip
Gen Z juga dikenal gemar melakukan perjalanan singkat ke tempat-tempat yang menenangkan. Healing trip tidak selalu berarti liburan panjang, tetapi bisa berupa kunjungan singkat ke alam, museum, pameran seni, atau sekadar staycation.
Tujuan utama dari tren ini adalah memberi ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat secara mental. Meski singkat, waktu jeda ini membantu Gen Z kembali menjalani rutinitas dengan pikiran yang lebih segar dan fokus.
3. Coworking Café
Seiring berkembangnya sistem kerja fleksibel, banyak Gen Z memilih bekerja atau mengerjakan tugas di kafe yang nyaman. Tren coworking café menawarkan suasana santai, akses internet, dan lingkungan yang mendukung kreativitas.
Bagi Gen Z, bekerja tidak harus selalu di ruang formal. Lingkungan yang nyaman justru bisa meningkatkan konsentrasi dan semangat, sekaligus memberi variasi agar tidak jenuh.
Baca Juga: Ada BLT, Bansos Ramadan 2026 Cair Februari: Cara Cek Nama Penerima Bantuan
4. Side Hustle
Memiliki pekerjaan sampingan menjadi tren self-improvement yang cukup menonjol. Gen Z memanfaatkan waktu luang untuk mengembangkan side hustle, mulai dari menjadi freelancer, konten kreator, hingga menjalankan bisnis online kecil.
Selain menambah penghasilan, kegiatan ini juga menjadi sarana eksplorasi minat dan keterampilan baru. Gen Z melihat side hustle sebagai investasi jangka panjang untuk kemandirian finansial dan pengembangan diri.
5. Workout
Kesadaran akan pentingnya kesehatan membuat Gen Z rutin berolahraga. Mulai dari gym, lari, yoga, hingga meditasi, aktivitas fisik ini tidak hanya bertujuan menjaga bentuk tubuh, tetapi juga menyeimbangkan kondisi mental.
Banyak Gen Z memilih olahraga singkat namun konsisten, karena dinilai lebih realistis dan mudah dijalani dalam jangka panjang.
Baca Juga: Bisa Kontrol Gula Darah! Ini 7 Manfaat Buah Aprikot untuk Kesehatan yang Sayang Jika Dilewatkan
Kelima tren self-improvement ini menunjukkan bahwa Gen Z tidak hanya mengejar produktivitas, tetapi juga kualitas hidup.
Dengan menyeimbangkan pekerjaan, kesehatan mental, dan pengembangan diri, mereka berusaha menjalani hidup yang lebih sadar dan bermakna.



