Mengenal Kecerdasan Eksistensial pada Anak dan Cara Mengembangkannya Sejak Dini

Sukabumiupdate.com
Minggu 25 Jan 2026, 09:00 WIB
Mengenal Kecerdasan Eksistensial pada Anak dan Cara Mengembangkannya Sejak Dini

Ilustrasi Mengenal Kecerdasan Eksistensial pada Anak dan Cara Mengembangkannya Sejak Dini (Sumber: Freepik/@jcomp)

SUKABUMIUPDATE.com - Setiap anak memiliki jenis kecerdasan yang berbeda. Salah satu yang sering luput dikenali adalah kecerdasan eksistensial. Jenis kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan anak dalam memaknai kehidupan, memahami keberadaan diri, serta menunjukkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitar. 

Anak dengan kecerdasan eksistensial biasanya memiliki pemikiran yang lebih dalam dibandingkan anak seusianya.

Apa itu kecerdasan eksistensial?

Kecerdasan eksistensial adalah kemampuan seseorang untuk berpikir mengenai makna hidup, tujuan keberadaan manusia, serta hal-hal yang bersifat filosofis dan spiritual. 

Pada anak, kecerdasan ini kerap muncul dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan besar yang terkadang membuat orang tua bingung menjawabnya, seperti tentang kematian, kebahagiaan, atau alasan manusia hidup di dunia.

Jenis kecerdasan ini merupakan bagian dari teori multiple intelligences yang diperkenalkan oleh Howard Gardner. Menurut teori tersebut, kecerdasan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik atau IQ, tetapi juga dari cara anak memahami diri, orang lain, dan kehidupan secara luas.

Baca Juga: 7 Cara Mudah Menanamkan Rasa Empati pada Anak Sejak Dini agar Tumbuh Lebih Peduli

Ciri-ciri Kecerdasan Eksistensial pada Anak

Anak dengan kecerdasan eksistensial biasanya menunjukkan beberapa karakteristik khas. Mereka cenderung peduli terhadap alam dan makhluk hidup, senang berada di lingkungan terbuka, serta merasa tenang saat berinteraksi dengan alam. Anak juga sering terlihat suka merenung dan memikirkan hal-hal mendalam tentang kehidupan.

Selain itu, anak dengan kecerdasan ini memiliki imajinasi yang kuat dan sudut pandang luas. Mereka mampu membuat cerita yang kompleks dan sering mengaitkan suatu kejadian dengan makna tertentu. Rasa empati yang tinggi juga menjadi ciri utama, ditunjukkan dengan sikap welas asih terhadap teman, hewan, maupun lingkungan sekitar.

Cara Menstimulasi Kecerdasan Eksistensial Anak

Peran orang tua sangat penting dalam membantu anak mengembangkan kecerdasan eksistensialnya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengajak anak berdiskusi. 

Dengarkan pertanyaan anak dengan serius dan berikan jawaban yang jujur serta sesuai dengan usianya. Jika belum tahu jawabannya, orang tua bisa mengajak anak mencari jawabannya bersama-sama.

Baca Juga: 14 Penyebab Ruam Gatal di Lengan dan Kaki yang Sering Tidak Disadari

Aktivitas membaca juga sangat bermanfaat. Buku cerita, buku reflektif, atau bacaan bernilai moral dapat membantu anak memahami berbagai sudut pandang kehidupan. Selain itu, bermain peran dapat melatih anak memahami perasaan dan kondisi orang lain.

Orang tua juga bisa mengenalkan nilai spiritual dan agama sejak dini. Pendidikan agama membantu anak memahami konsep makna hidup, kebaikan, dan kasih sayang. Tak kalah penting, ajak anak berinteraksi langsung dengan alam, seperti berkebun, berjalan di taman, atau merawat hewan peliharaan.

Terakhir, libatkan anak dalam kegiatan sosial. Mengikuti kegiatan kemanusiaan atau komunitas peduli lingkungan dapat memperkuat empati dan kepedulian anak terhadap sesama.

Baca Juga: Mengenal Windburn: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi, dan Pencegahannya

Kecerdasan eksistensial membantu anak memahami dirinya dan dunia dengan lebih mendalam. Anak dengan kecerdasan ini cenderung empatik, reflektif, dan peduli terhadap lingkungan. 

Sumber: hellosehat

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini