Panji Gumilang Belajar Aliran Isa Bugis di Sukabumi, Dugaan Doktrin Al Zaytun

Senin 26 Juni 2023, 11:30 WIB
Panji Gumilang Belajar Aliran Isa Bugis di Cisaat Sukabumi, Dugaan Doktrin Al Zaytun | (Sumber : Tangkapan Layar Channel YouTube/@Al-Zaytun Official)

Panji Gumilang Belajar Aliran Isa Bugis di Cisaat Sukabumi, Dugaan Doktrin Al Zaytun | (Sumber : Tangkapan Layar Channel YouTube/@Al-Zaytun Official)

SUKABUMIUPDATE.com - Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun memiliki jejak kontroversi di Cisaat Sukabumi. Kontroversi tersebut yakni terkait ajaran Isa Bugis yang dianut oleh Ponpes Al Zaytun.

Melalui tayangan video di kanal YouTube Duddy sosok Panji Gumilang di masa awal pendirian Ponpes Al Zaytun diketahui sempat belajar "Isa Bugis" di Cisaat Sukabumi. Video Duddy RS itu bertajuk "Titik Balik Panji Gumilang di Cisaat Sukabumi: Ditenggarai Memicu Islamophobia".

Kontroversi ajaran Isa Bugis tersebut memang baru heboh belakangan ini, meskipun faktanya Panji Gumilang pernah mendalami ajaran tersebut di Kota Mochi, Sukabumi. Pemimpin Ponpes AL Zaytun, Panji Gumilang belajar ajaran Islam Isa Bugis di Gelanggang Remaja Cisaat Sukabumi sejak awal tahun 1960 hingga sekitar awal 1970-an.

Baca Juga: Jejak Ponpes Al Zaytun di Cisaat Sukabumi, Panji Gumilang Diduga Islamophobia

Lantas, apa itu ajaran Islam Isa Bugis? Apakah benar Isa Bugis termasuk aliran sesat? Simak penjelasannya sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber!

Sebelumnya penting menjadi catatan, sukabumiupdate.com saat ini masih mengkonfirmasi soal jejak Ponpes Al Zaytun dan Panji Gumilang tersebut di Sukabumi.

Mengenal Aliran Isa Bugis, Dipelajari Panji Gumilang di Sukabumi

Dikutip dari salam-online.com via Suara.com, ajaran Isa Bugis sudah ditetapkan sebagai ajaran sesat sejak tahun 1980-an. Ajaran itu pertama kali muncul pada 1926 di Kota Bakhti Aceh Pidie.

Para pengikut ajaran tersebut menyebut ajaran Isa Bugis sebagai Ummat Pembaru. Akan tetapi, umat Islam yang menentang ajaran tersebut menyebut ajaran tersebut dengan nama Pembaru Isa Bugis yang kemudian dipersingkat menjadi Ajaran Isa Bugis.

Ajaran Isa Bugis konon berasal dari Yahudi, memandang Agama Islam dengan tolok ukur rasio dan menolak hal-hal prinsipil jika itu bertentangan dengan rasio. Ajaran ini menempatkan rasio di atas nash (Al-Qur'an dan hadis).

Dengan demikian perilaku atau ciri khas dari penganut ajaran Isa Bugis adalah menerjemahkan dan menganalisa Islam berdasarkan teori pertentangan antara dua hal, misalnya antara ideologi komunis dengan kapitalis, antara nur dan zulumat. Ajaran Isa juga berusaha mengilmiahkan ajaran agama dengan kekuasaan, serta menolak semua hal yang tidak masuk akal.

Baca Juga: Tiket Gratis Kereta Cepat Jakarta Bandung: Syarat dan Cara Daftar

Ajaran Isa Bugis -yang didalami Panji Gumilang di Sukabumi, umumnya diikuti oleh kaum intelektual yang lebih menggunakan akal dan pikiran. Aliran ini bahkan disebut-sebut menolak mukjizat para Nabi.

Misalnya, menolak mukjizat Nabi Musa as, yang dikisahkan dapat membelah laut dengan tongkat dan menolak kisah Nabi Ibrahim as menyembelih Nabi Ismail as. Menurut Ajaran Isa Bugis, mukjizat-mukjizat nabi tersebut adalah dongeng semata.

Dengan permasalahan-permasalahan yang disebutkan di atas, penganut ajaran Isa Bugis pernah dimintai pertanggungjawaban per tanggal 24 Maret 1969 di Masjid Istiqlal, Jakarta. Kala itu, penganut Isa Bugis mempertanggungjawabkan keyakinannya di hadapan para ulama seperti Alm. Buya Hamka, Prof. Rasyidi, dan lembaga Depag Pusat serta PAKEM kejaksaan tinggi Jakarta.

Hasil rapat tersebut memutuskan bahwa Ajaran Isa Bugis tidak cukup berilmu agama, tidak memiliki metode atau cara berpikir yang benar, kurang dalam penguasaan bahasa Arab serta berambisi besar dan avonturir.

Paham Islam Isa Bugis Diduga Diadopsi oleh Ponpes Al Zaytun

Pengamat Terorisme Al Chaidar, sebagaimana dikutip via Suara.com menyebut, ajaran atau paham Panji Gumilang yang didoktrinkan di Ma’had Al Zaytun kepada anggota NII KW 9 bukan ajaran NII Kartosoewirjo.

Ia menyebut, Panji Gumilang menganut ajaran Isa Bugis yang juga menganggap bahwa paham Komunis, Nasakom, adalah bagian dari ajaran Islam. Ajaran tersebut juga meyakini bahwa Karl Marx adalah bagian dari para rasul.

Oleh karenanya, menurut Al Chaidar tidak heran pada saat Panji Gumilang menyebut dirinya bermazhab Soekarno, ia juga mendoktrinkan kepada anggotanya tentang tidak wajibnya melaksanakan shalat lima waktu. Hal tersebut karena yang menjadi prioritas adalah mengumpulkan dana.

Dalam paham Isa Bugis yang diduga dianut oleh Panji Gumilang di Al Zaytun turut mempunyai paham takfiri. Ajaran tersebut memiliki faham bahwa orang-orang di luar NII KW 9 adalah kafir yang harus diperangi dan diperbolehkan dirampas hartanya. Sampai akhirnya secara perlahan, Al Chaidar menyebut NII KW 9 akan bisa memunculkan orang-orang yang radikal.

Dalam bidang keilmuan, Isa Bugis juga menyebut Ilmu Fiqih, Ilmu Tauhid, dan berbagainya merupakan syirik. Ulama yang mengajarkan ilmu dalam paham Isa Bugis harus diasingkan, seperti dalam ajarannya seperti air zam-zam di Mekkah adalah air bekas bangkai orang arab.

Baca Juga: Keutamaan Puasa Arafah 9 Dzulhijjah, Penghapus Dosa 2 Tahun

Sebelumnya diberitakan, Duddy menyebutkan sekilas tentang ajaran Isa Bugis yang didalami Panji Gumilang di Sukabumi. Namun kala itu, ajaran Isa Bugis mendapat penolakan dari masyarakat sehingga tak berdiri lama. Buntut dari penolakan tersebut, kata Duddy, Panji Gumilang akhirnya memutuskan mundur dan menjual bangunan kepada pemilik Toko Mas Famili Sukabumi.

"Bangunan dijual ke pemilik toko mas Famili karena saat itu ajaran Isa Bugis disebut sesat dan mendapat penolakan" kata Duddy, dilansir pada Senin (26/6/2023).

Sumber: Berbagai Sumber.

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini
Sukabumi25 Mei 2024, 22:27 WIB

Hujan Deras Landa Sukabumi Utara, Picu Longsor dan Rumah Roboh di Parakansalak

Sejumlah akses jalan mengalami longsor dan rumah rusak, akibat hujan deras, melanda Kabupaten Sukabumi bagian utara
Jalan longsor dan rumah roboh dipicu hujan deras yang melanda Sukabumi bagian utara | Foto : P2BK
Internasional25 Mei 2024, 22:17 WIB

SBMI: 7 Warga Sukabumi Meninggal di Luar Negeri Sepanjang 2024

Sebanyak tujuh pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang meninggal di negara tempatnya bekerja, sepanjang 2024.
Logo Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) | Foto : Ist
Entertainment25 Mei 2024, 22:00 WIB

Jadi Teteh Sunda, Kim Go Eun Terlihat Sedang Syuting Iklan di Garut

Aktris asal korea selatan yaitu Kim Go Eun terlihat sedang syuting untuk iklan di Garut, Jawa Barat. Kabar tersebut langsung ramai dibicarakan oleh warganet di berbagai media sosial
Potret Kim Go Eun yang sedang syuting untuk iklan di Sunda Hejo Coffee, Garut, Jawa Barat (Sumber : X @/infodrakor_id)
Sukabumi25 Mei 2024, 21:40 WIB

Tebing Longsor Timpa Rumah Warga di Kabandungan Sukabumi

Bencana longsor terjadi di Kampung Cileungsir RT 3/4, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat, 24 Mei 2024 pukul 22.00 WIB
P2BK Kabandungan saat mengevakuasi longsor di Kampung Cileungsir RT 3/4, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/5/2024) | Foto : Dok.P2BK
Film25 Mei 2024, 21:00 WIB

Sinopsis Drama Korea Lovely Runner, Kisah Menarik Im Sol dan Ryu Sun Jae

Drama korea Lovely Runner saat ini sedang ramai dibicarakan karena peran Im Sol dan Ryu Sunjae yang selalu bikin baper setiap kali tayang. Keduanya punya chemistry menarik sehingga terus dibicarakan
Sinopsis drama korea Lovely Runner yang membuat penonton baper karena chemstiry romantis Ryu Sunjae dan Im Sol (Sumber : Instagram @/tvn_drama)
Sukabumi25 Mei 2024, 20:47 WIB

Job Fair dan PPDB SMK Cimahi Cicantayan Sukabumi, Salurkan Lulusan Kerja di Luar Negeri

Job Fair diinisasi SMK Cimahi Cicantayan bersama Lembaga Pendidikan Ketrampilan (LPK) Grand Wisata Cirebon, tidak hanya bertujuan merekrut tenaga kerja, sekaligus juga untuk menarik minat peserta didik batu
SMK Cimahi Cicantayan menggelar job fair sekaligus PPDB 2024 | Foto : Ibnu Sanubari
Sehat25 Mei 2024, 20:00 WIB

12 Trik Agar Tekanan Darah Tinggi Turun Secara Instan, Bebas Serangan Hipertensi

Ternyata ada beberapa cara untuk bisa menurunkan tekanan darah tinggi secara instan. Meski begitu semua cara ini harus dilakukan secara rutin dan baik yaitu cobalah mengubah pola makan dan gaya hidup
Lakukan beberapa trik ini agar tekanan darah tinggi bisa turun secara instan (Sumber : Unsplash.com/Thirdman)
Sukabumi Memilih25 Mei 2024, 19:56 WIB

Ini Kata PPP Kota Sukabumi Soal Kabar Utak Atik Caleg Terpilih

Baru-baru ini, tersiar kabar DPC PPP Kota Sukabumi melakukan utak atik dengan akan memberhentian terhadap salah seorang caleg terpilih hasil Pemilu 2024.
Ketua DPC PPP Kota Sukabumi, Ima Slamet | Foto : Ist
Sehat25 Mei 2024, 19:30 WIB

Atasi Diabetes Tanpa Obat! Lakukan 7 Tips Ini Agar Gula Darah Terkontrol

Diabetes adalah suatu kondisi kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Meskipun pengobatan dapat mengatasi dalam mengelola diabetes, namun perubahan gaya hidup yang alami dan sehat dapat menjadi solusi efektif
Ada beberapa tips agar bisa mengatasi diabetes tanpa obat-obatan dan perlu dilakukan secara rutin (Sumber : Unsplash.com/Artem Podrez)
Musik25 Mei 2024, 19:00 WIB

Daftar Lagu Grup Band CN BLUE Yang Akan Konser di Indonesia Hari Ini

Grup band asal Korea Selatan yaitu CN BLUE akan menggelar konser di Indonesia pada Sabtu, 25 Mei 2024, di ICE BSD CITY HALL 1 dan siap memberikan penampilan terbaik dengan membawakan lagu-lagu andalan milik mereka
Grup Band Korea Selatan CN BLUE akan konser di Indonesia Hari ini di ICE BSD HALL (Sumber : Instagram @/cnblue.official)