SUKABUMIUPDATE.com - Sunscreen sering dianggap hanya diperlukan ketika pergi ke pantai atau beraktivitas lama di bawah terik matahari. Padahal, paparan sinar ultraviolet (UV) dapat terjadi dalam aktivitas sehari-hari, terutama ketika seseorang berada di luar ruangan.
Melewatkan penggunaan sunscreen sesekali mungkin terasa sepele. Namun, jika menjadi kebiasaan, paparan UV yang berulang dapat memberikan berbagai dampak pada kulit. Tidak semuanya langsung terlihat, sehingga sering kali baru disadari setelah terjadi perubahan pada kulit. Berikut lima dampak yang bisa terjadi ketika Anda sering melewatkan sunscreen.
1. Kulit Lebih Cepat Mengalami Penuaan
Paparan sinar UV merupakan salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya penuaan kulit akibat lingkungan. Paparan berulang dapat merusak struktur kulit dan mempengaruhi kolagen serta elastin.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat membuat garis halus, kerutan, dan kulit kendur lebih mudah muncul.
Itulah sebabnya perlindungan dari sinar matahari menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga penampilan kulit tetap sehat.
Baca Juga: Atasi Rasa Pegal-pegal dengan Rebusan Serai dan Jahe, Begini Cara Membuatnya
2. Muncul Flek Hitam dan Warna Kulit Tidak Merata
Sering terpapar sinar matahari tanpa perlindungan dapat merangsang produksi melanin. Akibatnya, beberapa bagian kulit dapat menjadi lebih gelap dan muncul bintik atau bercak pigmentasi.
Bagi orang yang ingin mempertahankan warna kulit agar tetap merata, penggunaan sunscreen secara rutin dapat membantu mengurangi paparan UV yang menjadi salah satu pemicunya.
3. Kulit Lebih Mudah Kusam
Paparan sinar matahari berulang dapat membuat kulit mengalami berbagai perubahan, termasuk pigmentasi yang membuat warna kulit tampak kurang merata.
Jika ditambah dengan faktor lain seperti kurang tidur, polusi, dan perawatan kulit yang tidak tepat, kulit dapat terlihat semakin kusam.
Karena itu, menjaga kulit dari paparan UV tidak hanya berkaitan dengan mencegah kulit terbakar, tetapi juga membantu mempertahankan tampilan kulit yang lebih sehat.
4. Kulit Bisa Mengalami Sunburn
Jika terpapar sinar matahari dalam intensitas tinggi tanpa perlindungan yang memadai, kulit dapat mengalami sunburn. Kondisi ini biasanya ditandai dengan kulit kemerahan, terasa panas, nyeri, atau lebih sensitif.
Pada paparan yang cukup berat, kulit bahkan dapat mengalami pengelupasan atau muncul lepuhan.
Sunburn bukan sekadar masalah penampilan. Paparan UV yang menyebabkan sunburn juga merupakan tanda bahwa kulit mengalami kerusakan akibat sinar matahari.
Baca Juga: Calvin Verdonk Berpeluang Jadi Pemain Indonesia Pertama di Liga Champions 2026/2027
5. Meningkatkan Risiko Kerusakan Kulit dalam Jangka Panjang
Dampak paparan UV tidak selalu terlihat dalam waktu singkat. Paparan yang berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan sel kulit dan meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit.
Karena itu, perlindungan dari sinar matahari sebaiknya dilakukan secara konsisten, terutama bagi orang yang sering beraktivitas di luar ruangan.
Menggunakan sunscreen secara rutin merupakan salah satu cara untuk membantu melindungi kulit dari paparan UV. Namun, perlindungan akan lebih optimal jika disertai kebiasaan lain, seperti menggunakan topi, pakaian yang menutupi kulit, kacamata hitam, dan mencari tempat teduh ketika matahari sedang terik.
Pilih sunscreen yang sesuai dengan kebutuhan kulit dan aktivitas. Gunakan dalam jumlah yang cukup, aplikasikan secara merata pada area kulit yang terpapar, serta gunakan kembali sesuai petunjuk produk, terutama setelah berkeringat atau terkena air.
Jadi, jangan menunggu kulit mulai belang, muncul flek, atau mengalami sunburn untuk mulai memperhatikan perlindungan dari sinar matahari. Kebiasaan sederhana menggunakan sunscreen secara konsisten dapat menjadi bagian penting dari perawatan kulit dalam jangka panjang.
Baca Juga: Resep Udang Cabai Garam, Pedas dan Juicy yang Cocok Jadi Menu Makan Keluarga
Sumber: Berbagai Sumber













