SUKABUMIUPDATE.com – Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BP Mektan) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhorti) Provinsi Jawa Barat turut berpartisipasi dalam kegiatan penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya 2026 yang digelar di SMKN 1 Arjasari, Kabupaten Bandung, Selasa (21/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, BP Mektan Jabar diwakili Kepala Subbagian Tata Usaha UPTD BP Mektan, Ahmad Hidayat, mendampingi pelaksanaan Aksi Ekologi sebagai bagian dari implementasi Pendidikan Karakter Pancawaluya.
Selain meninjau kegiatan, Ahmad Hidayat juga memberikan edukasi kepada para peserta didik baru mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta pengelolaan sampah sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan.
"Kami menyampaikan tentang ekologi lingkungan, pengelolaan sampah, dan pentingnya setiap siswa memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan tempat mereka berada," ujar Ahmad Hidayat.
Menurutnya, persoalan lingkungan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah atau pihak tertentu, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk pelajar sebagai generasi penerus bangsa.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak dini, membiasakan pengelolaan sampah yang baik, serta membangun budaya peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan penutupan MPLS Pancawaluya 2026 ini merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam pembinaan karakter peserta didik di berbagai SMA dan SMK Negeri di Jawa Barat.
Setiap sekolah diketahui mendapatkan pendampingan dari pejabat eselon III, baik kepala bidang maupun kepala balai dari berbagai OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Sebelumnya, Kepala BP Mektan Distanhorti Jabar, Anggi Jingga, menegaskan pentingnya keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam mendukung pembangunan karakter generasi muda melalui dunia pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Anggi Jingga saat menjadi pembina apel pagi di lingkungan Distanhorti Provinsi Jawa Barat, Senin (20/7/2026).
Menurut Anggi, kehadiran perangkat daerah di lingkungan sekolah merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut menjadi salah satu program yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk memperkuat pembinaan karakter generasi muda melalui keterlibatan langsung OPD dalam kegiatan MPLS.
Anggi juga menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai Pancawaluya, yakni cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (cerdas), dan singer (terampil), sebagai fondasi pembentukan karakter pelajar Jawa Barat.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya mengandalkan prestasi akademik, tetapi juga harus dibarengi dengan karakter yang kuat, kepedulian sosial, serta kesadaran terhadap lingkungan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia pendidikan tersebut, diharapkan lahir generasi muda Jawa Barat yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. (adv)















