SUKABUMIUPDATE.com - Pengurus Pusat Viking Persib Club (VPC) mengambil langkah tegas menyusul kasus penganiayaan yang melibatkan antarsesama pendukung Persib Bandung. Dua komunitas besar di bawah naungan VPC, yakni Viking Frontline dan United Colours of Bobotoh (UCB), resmi dibekukan untuk waktu yang tidak ditentukan.
Keputusan tersebut diumumkan melalui surat resmi organisasi bernomor B/12/VPC/VII/2026 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, pada Kamis (28/5/2026). Pembekuan ini dilakukan setelah adanya insiden pemukulan terhadap dua orang Bobotoh asal Jampang, Kabupaten Sukabumi, yang melibatkan oknum anggota dari kedua distrik tersebut.
"Terkait kejadian pemukulan sesama bobotoh yang melibatkan anggota distrik United Colours of Bobotoh dan Viking Frontline, dengan ini Viking Persib Club memberikan sanksi kepada kedua distrik tersebut berupa PEMBEKUAN DISTRIK untuk waktu yang tidak ditentukan," bunyi petikan surat resmi VPC tersebut.
Sebelum surat pembekuan distrik diterbitkan, pengurus VPC telah melakukan penelusuran internal untuk mengidentifikasi para pelaku pengeroyokan. Sebagai sanksi personal, VPC langsung mencabut kartu keanggotaan para oknum yang terlibat karena dinilai melakukan pelanggaran berat terhadap aturan organisasi.
VPC juga menegaskan komitmennya untuk tidak memberikan intervensi ataupun pendampingan hukum dalam bentuk apa pun kepada para pelaku, serta menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
Organisasi suporter terbesar Persib ini menilai insiden tersebut mencerminkan adanya kelalaian pengurus di tingkat distrik dalam mengontrol perilaku anggotanya.
"Keputusan ini diambil sebagai bentuk ketegasan organisasi atas kelalaian dalam mengontrol perilaku anggota yang menyebabkan terjadinya kekerasan fisik antar sesama bobotoh,"
"Kami sangat menyesalkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan serta konflik internal tidak mencerminkan nilai persaudaraan yang selama ini dijunjung tinggi oleh sesama bobotoh," tegas VPC.
VPC meminta seluruh distrik menjadikan kasus tersebut sebagai evaluasi bersama agar lebih ketat memantau dan menyaring anggota di internal komunitas.
"Kami harap dengan adanya kejadian ini, distrik-distrik dari Viking Persib Club bisa lebih memantau dan memfilter kembali anggotanya, agar tidak ada anggotanya yang merusak nama baik organisasi," katanya.
Baca Juga: Intip Statistik dan Profil Bart Ramselaar Calon Penyerang Anyar Persib Bandung
Mereka pun berharap pembekuan dua distrik tersebut menjadi peringatan keras sekaligus pembelajaran bagi seluruh elemen Bobotoh agar tetap menjaga solidaritas dan persaudaraan saat mendukung Persib Bandung.
"Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran bersama agar seluruh elemen bobotoh tetap menjaga solidaritas dalam mendukung Persib Bandung," tutup VPC.
Dilema Emosional Tobias Ginanjar
Sanksi pembekuan ini menjadi keputusan yang sangat berat bagi Ketua Umum VPC, Tobias Ginanjar. Pasalnya, Tobias merupakan salah satu tokoh pendiri dari Viking Frontline. Melalui pernyataan di akun Instagram pribadinya, Tobias mengungkapkan rasa bersalah karena sempat mengabaikan distrik yang didirikannya akibat fokus pada tugas sebagai ketua umum pusat selama tiga tahun terakhir.
"Hari ini saya harus menerima kenyataan bahwa saya harus mengeluarkan dan menandatangani surat pembekuan pada distrik yang saya dirikan sendiri dulu. Keputusan yang berat, tapi harus diambil demi keberlanjutan organisasi yang lebih sehat," tulis Tobias.
Tobias menambahkan bahwa masa pembekuan ini tidak akan berlangsung singkat dan bahkan bisa berlaku selamanya jika tidak ada perubahan perilaku ke arah yang lebih dewasa.
"Batas waktunya tidak akan singkat, bisa 1 tahun, 5 tahun, atau mungkin selama-lamanya. Tergantung apakah Frontline sudah siap dewasa dan bertanggung jawab untuk kembali ke semangat awal. Kalau dirasa belum, lebih baik tidak usah kembali sekalian daripada dipaksakan tetapi melenceng dari cita-cita awal," pungkasnya.





