Polemik ITBfess Vs Bobotoh, Rektor dan Viking Sepakat Meredam: Bandung Harus Kondusif

Sukabumiupdate.com
Kamis 28 Mei 2026, 13:55 WIB
Polemik ITBfess Vs Bobotoh, Rektor dan Viking Sepakat Meredam: Bandung Harus Kondusif

Pertemuan antara Pihak Kampus ITB bersama perwakilan Bobotoh Persib Viking Persib Club. Senin (25/5/2026). (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com — Euforia kemenangan Persib Bandung yang seharusnya menjadi pesta kebahagiaan warga Jawa Barat justru menyisakan polemik di media sosial. Sebuah unggahan anonim di akun ITBfess mahasiswa salah satu kampus ternama di Bandung memicu kemarahan publik setelah menyebut Bobotoh sebagai “hama uneducated atau hama kaum tidak berpendidikan” menyusul aksi vandalisme di sekitar gerbang kampus.

Ungkapan tersebut viral dan menuai kecaman luas. Banyak pihak menilai narasi itu bukan sekadar kritik terhadap vandalisme, melainkan bentuk generalisasi dan penghinaan terhadap jutaan pendukung Persib Bandung.

Menyikapi hal tersebut, jajaran rektorat Institut Teknologi Bandung (ITB) dan perwakilan Bobotoh digelar pada Senin (25/5/2026). Hadir dalam audiensi tersebut Ketua Viking Persib Club Tobias Ginanjar bersama sejumlah tokoh Bobotoh seperti Yana Umar, Dadan Gareng, Eko Maung, Budi Bram dari Panpel Persib, hingga ayah Pidi Baiq.

Ketua Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, menyampaikan apresiasi kepada Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara yang telah membuka ruang dialog terkait kegaduhan di media sosial akibat unggahan akun komunitas mahasiswa ITBFess di platform X atau Twitter.

“Kami diundang bersilaturahmi dengan Pak Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara. Terima kasih sudah mengundang kami kaitannya dengan ramainya postingan dari ITBFess di media sosial,” ujar Tobias.

Baca Juga: Kronologi Dugaan Pengeroyokan 2 Bobotoh Asal Jampang saat Konvoi Juara Persib di Bandung

Dalam pertemuan tersebut, Tobias menegaskan bahwa pihaknya memahami unggahan viral tersebut tidak mewakili sikap seluruh civitas akademika ITB terhadap Bobotoh.

“Ternyata di ITB itu sebenarnya tidak membenci Bobotoh karena banyak juga Bobotoh yang kuliah di ITB dan ternyata Pak Rektor juga Bobotoh, Pak Warek, Pak Dekan juga Bobotoh,” katanya.

Ia pun mengimbau seluruh Bobotoh agar tidak menggeneralisasi unggahan tersebut sebagai pandangan seluruh keluarga besar ITB.

“Saya mengimbau kepada teman-teman Bobotoh untuk tetap menjaga kondusivitas keamanan Kota Bandung dan jangan menggeneralisir pernyataan tersebut seakan-akan menjadi pernyataan seluruh mahasiswa atau keluarga besar ITB,” lanjutnya.

Terkait akun ITBFess, Tobias menyebut pihak rektorat telah menyampaikan akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan internal kampus.

Sementara itu, Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara mengawali pernyataannya dengan menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan Persib Bandung meraih gelar juara.

“Kita tahu Persib adalah milik Kota Bandung, ITB juga adalah aset nasional yang ada di Kota Bandung,” ujar Tatacipta.

Baca Juga: Sinopsis Film Suamiku Lukaku Angkat Isu KDRT dan Perjuangan Seorang Ibu

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi akibat unggahan di media sosial tersebut.

“Kami mohon maaf sekali telah terjadi kegaduhan seperti yang disampaikan di media sosial,” ucapnya.

Menurutnya, dinamika media sosial kerap berkembang menjadi polemik besar yang dapat mengganggu kerukunan masyarakat.

“Kita tidak ingin ITB dan teman-teman Viking serta para Bobotoh Persib saling berhadap-hadapan untuk sesuatu yang sebetulnya kita sendiri tidak setuju,” katanya.

Tatacipta menegaskan ITB tidak membenarkan pernyataan yang bersifat provokatif, menghasut, maupun memecah belah.

“Kami sama sekali tidak membenarkan, bahkan menyesalkan dan mengutuk pernyataan-pernyataan yang sifatnya provokatif, menghasut, memecah belah. Itu bukan ciri budaya akademik yang beradab,” tegasnya.

Ia berharap silaturahmi tersebut menjadi momentum mempererat persaudaraan antara civitas akademika dan Bobotoh demi menjaga Bandung tetap aman dan damai.

“Kita ini satu keluarga besar. Mari bersama-sama menjaga Kota Bandung tetap aman dan kondusif agar setiap ada pertandingan kita bisa pulang dengan riang dan gembira,” pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini