Puji Politisi Anti-Islam Belanda, Anggota Kongres Amerika Dikecam

[object Object]
Senin 13 Mar 2017, 05:42 WIB
Puji Politisi Anti-Islam Belanda, Anggota Kongres Amerika Dikecam

SUKABUMIUPDATE.com - Anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Republik, Steve King, dikecam setelah mendukung politikus ekstrimis Belanda anti-Islam, Geert Wilders, menjelang pemilu parlemen Belanda pada Rabu pekan ini.

Seperti dilansir USA Today, Senin 13 Maret 2017, King mengawali kicauannya di Twitter dengan menyebut, Wilders paham bahwa budaya dan demografi akan menentukan nasib bangsa.

“Kita tidak dapat memperbaiki peradaban dengan bayi orang lain (pendatang;red),” ia menambahkan dalam kicauannya.

Tak ayal, kicauan anggota Kongres yang mewakili Negara Bagian Iowa ini menuai kecaman dari banyak pihak.

Chelsea Clinton, putri bekas presiden Bill Clinton, menyebut kicauan King, sangat menyakitkan.

Kecaman terhadap King juga datang dari sesama anggota Kongres asal Republik, Carlos Curbelo. Wakil rakyat Negara Bagian Florida keturunan Hispanik ini mencuit dengan tagar #concernedGOPcolleague.

“Apa maksudmu sebenarnya? Apakah saya memenuhi syarat sebagai anak dari bayi orang lain?”

Bekas Gubernur Vermont Howard Dean menyebut tidak ada orang yang memperhatikan King  secara serius. “Tapi dia kerap membuat pernyataan yang membikin orang marah.”

Namun ada saja yang mendukung politikus sayap kanan ini.

Tokoh ekstrimis kulit putih Ku Klux Klan, David Duke, memuji kicauan King dan menegaskan, “Tuhan melindungi Steve King.”

King merupakan satu dari segelintir tokoh yang menolak pemberian hak warga negara kepada anak-anak pendatang gelap yang lahir di Amerika Serikat.

Berdasar Amendemen 14 Konstitusi AS, seluruh anak yang lahir di Negeri Abang Sam otomatis memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat, meski orang tuanya pendatang gelap.

Adapun Wilders, yang kini bersaing ketat dengan Perdana Menteri inkumben Mark Rutte, diprediksi akan menang tipis dalam pemilu parlemen Belanda.

Namun partai-partai lain menyatakan tak akan bersedia berkoalisi membentuk pemerintahan,karena sikapnya yang anti Islam.

Sejak lebih dari sepuluh tahun lalu,Wilders berada dalam perlindungan keamanan 24 jam oleh kepolisian, terkait berbagai ancaman pembunuhan karena sikapnya yang kontroversial.

 

Sumber: Tempo

Berita Terkini