SUKABUMIUPDATE.com - Para pemimpin negara-negara di Eropa dilaporkan tengah bersiap dengan kemungkinan terburuk terjadinya perang dunia ke 3. Dewan Perang disebut telah dibentuk setelah digelar rapat guna membahas penguatan pertahanan, strategi keamanan terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Pernyataan itu utarakan oleh Perdana Menteri Hongaria Viktor Orbán mengklaim para pemimpin Eropa secara diam-diam telah membentuk sebuah “dewan perang” untuk menyusun strategi kemenangan dalam kemungkinan Perang Dunia Ketiga. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran baru terkait potensi meluasnya konflik global.
Dalam pidatonya pada demonstrasi anti-perang yang digelar Sabtu, 17 Januari 2026, Orbán menyatakan bahwa Uni Eropa kini tidak lagi mengedepankan jalur diplomasi. Menurutnya, blok tersebut justru beralih ke persiapan konfrontasi militer berskala besar dan terus bergerak menuju konflik langsung dengan Rusia.
Baca Juga: Potensi Perang Dunia Lebih Besar dari Damai, Wamenlu: Indonesia Masuk "Survival Mode"
Mengutip International Business Times, klaim Orbán muncul di tengah situasi geopolitik yang semakin memanas. Di kawasan timur Eropa, perang berkepanjangan di Ukraina belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Sementara di sisi barat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengguncang NATO melalui dorongan agresifnya untuk mencaplok Greenland.
Dalam konteks “gejolak global” itulah Orbán menilai elite Eropa telah menentukan pilihan. Ia menegaskan bahwa mereka kini bersiap menghadapi konfrontasi langsung dan destruktif dengan Rusia.
Strategi “Dewan Perang” Eropa
Orbán, yang kerap dipandang sebagai figur berbeda di dalam Uni Eropa, menggambarkan suasana pertemuan tertutup di Brussels dengan nada serius. Ia menilai pertemuan 27 Pemimpin Negara Eropa tersebut bukan sekadar diskusi kebijakan, melainkan forum perencanaan militer berisiko tinggi.
Baca Juga: 27 Ribu Lebih WNI Dipulangkan Sepanjang 2025, Isu TPPO dan Scam Kamboja Jadi Sorotan
“Saya duduk di antara mereka,” kata Orbán kepada massa, “dan saya katakan dengan tegas bahwa mereka akan berperang.”
Menurut Orbán, para pemimpin negara besar Eropa, terutama Prancis dan Jerman, tidak lagi membicarakan perdamaian. Ia menuding fokus pembahasan telah bergeser pada cara-cara untuk menjatuhkan Rusia secara total.
Ia menyebut diskusi itu mencakup rencana pemaksaan ganti rugi terhadap Moskow serta upaya menarik kembali miliaran dolar dana yang telah dialokasikan untuk perang di Ukraina. “Mereka bukanlah anak-anak yang duduk di sana,” ujarnya, seraya menyiratkan bahwa keputusan finansial dan militer yang diambil saat ini merupakan awal dari konflik global yang lebih luas.
Baca Juga: Potensi Banjir di Kota dan Kabupaten Sukabumi Dasarian III Januari 2026
Bagi Hongaria, Orbán menegaskan sikap berbeda. Ia berjanji pemerintahannya akan “menutup pintu rapat-rapat” tersebut, serta menolak mengirimkan pasukan maupun dana ke medan perang.
Pandangan itu, menurut Orbán, didasarkan pada pertimbangan ekonomi sekaligus sikap pasifis. “Jika Anda tidak punya uang, Anda tidak punya rencana besar,” katanya, sembari menilai bahwa keterlibatan dalam konflik hanya akan menghancurkan masa depan Hongaria.





