SUKABUMIUPDATE.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi adanya Fenomena Fase Bulan Baru pada 10 Oktober 2026 yaitu saat bulan berada tepat di antara matahari dan bumi.
Dalam keterangan BMKG, kedua fenomena astronomi ini berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum. Dimana berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir rob berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir, salah satunya pesisir Sukabumi, Jawa Barat.
Dikutip dalam buku Oseanografi (2016: 91), menurut Widya Prarikeslan fase bulan baru (New Moon) bisa saja memicu terjadinya gerhana matahari, meskipun tidak selalu terjadi. Dalam momen ini, bulan berpotensi menutupi sinar matahari yang menuju ke bumi, hal inilah yang membuat permukaan bulan tidak terlihat dari bumi.
Baca Juga: Sinopsis Drama Korea Your Personal Taxi, Setiap Perjalanan Punya Cerita
Situasi tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan peningkatan tinggi permukaan air laut secara signifikan, yang kemudian memunculkan banjir rob, yaitu masuknya air laut ke wilayah pesisir yang lebih rendah akibat pasang laut atau gelombang yang meninggi.
Sementara itu prediksi pasang surut air laut, potensi banjir pesisir (rob) diperkirakan terjadi di wilayah pesisir Selatan Jawa Barat diantaranya:
- 4 - 10 Oktober 2026: Pesisir Subang, Pesisir Indramayu, Pesisir Cirebon
- 2 - 4 Oktober & 12 - 18 Oktober 2026: Pesisir Kabupaten Bekasi & Pesisir Kabupaten Karawang
- 2 - 4 Oktober & 10 - 16 Oktober 2026: Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Garut, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Pangandaran.
BMKG mengimbau imbas dari banjir pesisir tersebut dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
Selain itu masyarakat juga untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Maksimum Air Laut.
Baca Juga: Sinopsis Film Warga Rusun 609: Teror Arwah Bunga dan Janji Terakhir Arka
Tinggi Gelombang
Disamping adanya potensi banjir pesisir, BMKG juga memperingatkan adanya potensi tinggi gelombang di wilayah pesisir Jawa Barat untuk periode 6 Oktober 2026 07:00 hingga 9 Oktober 2026 07:00 WIB.
Berikut adalah kategori tinggi gelombang di pesisir Jawa Barat:
Tinggi (2.5 - 4 m):
- Perairan Sukabumi
- Perairan Tasikmalaya
- Perairan Pangandaran
Sedang (1.25 - 2.5 m):
- Perairan Cianjur
- Perairan Garut
Saat ini pola angin di wilayah Jakarta dan Jawa Barat bagian Utara umumnya bergerak dari Timur Laut - Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 6 - 20 knot, sedangkan di wilayah Jawa Barat bagian Selatan umumnya bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 8 - 25 knot.
Kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot diprediksi terjadi di Perairan Cirebon, Perairan Sukabumi dan Perairan Cianjur. Kecepatan angin maksimum mencapai 25 knot diprediksi terjadi di Perairan Garut.












