Jejak Bahasa Widal, Disdikbud Kota Sukabumi Targetkan Jadi WBTB

Sukabumiupdate.com
Selasa 18 Agu 2026, 16:49 WIB
Jejak Bahasa Widal, Disdikbud Kota Sukabumi Targetkan Jadi WBTB

Kantor Disdikbud Kota Sukabumi di Jalan Pelabuhan II, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. | Foto: SU/Oksa Bachtiar Camsyah

SUKABUMIUPDATE.com - Sepuluh artikel telah membawa kolaborasi sukabumiupdate.com dan teras.id menelusuri jejak bahasa Widal yang diwariskan lintas generasi di Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang. Saat ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi mendorong penetapan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Kepada sukabumiupdate.com pada Kamis, 9 Juli 2026, Kepala Disdikbud Kota Sukabumi Novian Restiadi mengatakan pemerintah daerah lebih berperan sebagai fasilitator dalam upaya pelestarian bahasa Widal. Dukungan ini mencakup penyusunan kajian ilmiah hingga pemenuhan dokumen-dokumen administrasi yang menjadi syarat WBTB.

"Dari sisi kebijakan, bentuk kita adalah fasilitasi, baik secara ilmiah karena harus ada kajian bahwa bahasa Widal adalah Warisan Budaya Tak Benda, maupun persoalan administrasi terkait pengusulan WBTB ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat," kata dia.

Disdikbud Kota Sukabumi telah mengusulkan bahasa Widal menjadi WBTB sejak 2023. Setelah sempat dikembalikan, berkas usulan terus diperbaiki lewat penambahan berbagai hal.

Baca Juga: Disdikbud Kota Sukabumi Pastikan MPLS 2026 Ramah Anak, Perpeloncoan Dilarang Keras

Kabar terbaru terungkap dalam podcast “Tepas Sukabumiupdate.com” pada 14 Agustus 2026. Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Sukabumi, Barkah, hadir membicarakan perkembangan pengusulan Widal sebagai WBTB sekaligus membuka temuan menarik tentang sandi yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan warga Tipar.

Pembahasan itu membawa Widal keluar dari sekadar cerita tentang bahasa rahasia. Ada jejak penggunaannya yang ternyata pernah menembus batas Tipar, termasuk dalam pergaulan anak-anak muda di masa lalu. Tokoh Sukabumi asli Tipar, Melan Maulana, ikut memberikan berbagai pandangan dan pengalamannya tentang temuan tersebut. (ADV)

Bagaimana bahasa ini mampu bertahan dan seperti apa rumus uniknya? Simak selengkapnya di halaman teras.id.

Berita Terkait
Berita Terkini