Inovasi Sangkuriang Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Jadi Rujukan Nasional

Sukabumiupdate.com
Jumat 12 Jun 2026, 13:11 WIB
Inovasi Sangkuriang Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Jadi Rujukan Nasional

Ilustrasi AI. Realisasi produksi Gabah Kering Giling Kabupaten Sukabumi hingga Juni 2026 mencapai 633.048 ton. (Sumber : copilot)

SUKABUMIUPDATE.com - Inovasi Sangkuriang Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menjadi rujukan nasional bidang ketahanan pangan. Kementerian Pertanian RI, memberikan penghargaan untuk kinerja pemerintah daerah dalam menggenjot produksi padi di Kabupaten Sukabumi.

SANGKURIANG (Swasembada Pangan Berkelanjutan dan Kemandirian Pangan), adalah program inovasi Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi untuk terus meningkatkan produksi pangan khususnya padi. 

Keberhasilan program ini tercermin dari sejumlah capaian strategis sepanjang musim tanam 2025–2026. Pada periode Oktober 2025 hingga Maret 2026, Kabupaten Sukabumi mencatat surplus LTT padi sebesar 18.751 hektare atau meningkat 18,29 persen dari target yang ditetapkan.

Baca Juga: Soal Raperda Tanah Telantar, Aktivis Sukabumi Minta Pelibatan Publik Diperluas

Atas raihan ini, pemerintah pusat memberikan apresiasi kepada seluruh elemen pertanian di Kabupaten Sukabumi. Penghargaan tersebut yang diterima oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, dari Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian RI, Letjen TNI (Purn) Irham Waroihan, dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Luas Tambah Tanam (LTT) Padi, Jagung, dan Kedelai Bulan Juni 2026 yang diselenggarakan di Aula Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat 5 Juni 2026.

Keberhasilan itu menjadikan Kabupaten Sukabumi sebagai salah satu daerah rujukan dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim hingga meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat.

Kadistan Aep Majmudin menegaskan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pelaku pembangunan pertanian di Kabupaten Sukabumi. “Penghargaan ini bukan hanya untuk Dinas Pertanian, tetapi untuk seluruh petani, penyuluh pertanian, petugas POPT, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan semua pihak yang telah bekerja keras mendukung peningkatan produksi pangan di Kabupaten Sukabumi,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Kamis 11 Juni 2026. 

Baca Juga: Bapenda Kabupaten Sukabumi Borong Dua Gelar Juara Pertama di Ajang AAI Award 2026

Nerdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA), luas panen padi periode Januari hingga Juni 2026 mencapai peningkatan 18.887 hektare atau 28,71 persen. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di Jawa Barat. Tak hanya luas tanam dan panen yang meningkat, realisasi produksi Gabah Kering Giling (GKG) hingga Juni 2026 juga mencapai 633.048 ton. 

Angka tersebut menunjukkan efektivitas strategi peningkatan produktivitas yang dijalankan pemerintah daerah bersama para petani. Menurut Aep, capaian tersebut menjadi kontribusi nyata Kabupaten Sukabumi dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.

“Kami terus berupaya menjaga produktivitas lahan pertanian, mempercepat masa tanam, meningkatkan pendampingan kepada petani, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor agar ketahanan pangan dapat terjaga secara berkelanjutan,” katanya.

Baca Juga: DPMPTSP Kabupaten Sukabumi Perkuat Informasi Pelayanan Perizinan

Di tengah ancaman perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan dinamika ekonomi global, daerah penghasil pangan seperti Kabupaten Sukabumi memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pasokan beras nasional. Karena itu, peningkatan luas tanam dan produksi padi di daerah ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

“Dengan semangat gotong royong dan inovasi melalui program SANGKURIANG, kami optimistis Kabupaten Sukabumi akan terus berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” pungkasnya. (adv)

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini