SUKABUMIUPDATE.com – Kabupaten Sukabumi kembali menorehkan prestasi di sektor pertanian nasional. Melalui program inovasi SANGKURIANG (Swasembada Pangan Berkelanjutan dan Kemandirian Pangan), Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menerima penghargaan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia atas keberhasilannya meningkatkan produksi padi secara signifikan.
Penghargaan tersebut diterima langsung Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, dari Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian RI, Letjen TNI (Purn) Irham Waroihan, dalam agenda Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Luas Tambah Tanam (LTT) Padi, Jagung, dan Kedelai Bulan Juni 2026 yang diselenggarakan di Aula Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (5/6/2026).
Keberhasilan itu menjadikan Kabupaten Sukabumi sebagai salah satu daerah rujukan dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim hingga meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat.
Aep Majmudin mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pelaku pembangunan pertanian di Kabupaten Sukabumi.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk Dinas Pertanian, tetapi untuk seluruh petani, penyuluh pertanian, petugas POPT, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan semua pihak yang telah bekerja keras mendukung peningkatan produksi pangan di Kabupaten Sukabumi,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Baca Juga: Ciemas Jadi Lumbung Pangan, Distan Sukabumi Tanam Benih Padi Unggul di 36 Hektare
Keberhasilan program SANGKURIANG tercermin dari sejumlah capaian strategis sepanjang musim tanam 2025–2026. Pada periode Oktober 2025 hingga Maret 2026, Kabupaten Sukabumi mencatat surplus LTT padi sebesar 18.751 hektare atau meningkat 18,29 persen dari target yang ditetapkan.
Selain itu, berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA), luas panen padi periode Januari hingga Juni 2026 mencapai peningkatan 18.887 hektare atau 28,71 persen. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di Jawa Barat.
Tak hanya luas tanam dan panen yang meningkat, realisasi produksi Gabah Kering Giling (GKG) hingga Juni 2026 juga mencapai 633.048 ton. Angka tersebut menunjukkan efektivitas strategi peningkatan produktivitas yang dijalankan pemerintah daerah bersama para petani.
Menurut Aep, capaian tersebut menjadi kontribusi nyata Kabupaten Sukabumi dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.
“Kami terus berupaya menjaga produktivitas lahan pertanian, mempercepat masa tanam, meningkatkan pendampingan kepada petani, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor agar ketahanan pangan dapat terjaga secara berkelanjutan,” katanya.
Di tengah ancaman perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan dinamika ekonomi global, daerah penghasil pangan seperti Kabupaten Sukabumi memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pasokan beras nasional.
Karena itu, peningkatan luas tanam dan produksi padi di daerah ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
Komitmen tersebut terus diperkuat. Dalam pertemuan yang digelar di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang pada 5 Juni 2026, Kabupaten Sukabumi menyepakati target baru LTT sebesar 11.114 hektare untuk periode Juni 2026.
Aep menegaskan, keberhasilan sektor pertanian tidak dapat dicapai secara instan. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, petani, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan agar Kabupaten Sukabumi tetap menjadi salah satu lumbung pangan utama di Jawa Barat.
“Dengan semangat gotong royong dan inovasi melalui program SANGKURIANG, kami optimistis Kabupaten Sukabumi akan terus berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” pungkasnya. (adv)





