Kisah Srikandi Peternakan dari Lampung & Sukabumi, Dompet Dhuafa Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan

Sukabumiupdate.com
Jumat 24 Apr 2026, 17:01 WIB
Kisah Srikandi Peternakan dari Lampung & Sukabumi, Dompet Dhuafa Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan

Sosok Yuyum, peternak perempuan asal Sukabumi, saat merawat kambing di kandang binaan Dompet Dhuafa. (Sumber Foto: Dompet Dhuafa)

SUKABUMIUPDATE.com – Penggerak di sektor peternakan mayoritas diisi oleh para kaum pria, namun saat ini kesetaraan begitu terlihat, tidak selamanya pria dibalik manajemen peternakan. Banyak para perempuan mempunyai kontribusi lebih dalam bidang peternakan. Dompet Dhuafa melalui program peternakan terus memberikan manfaat dan menggulirkan sentra-sentra peternakan di seluruh Indonesia, beberapa pengelola dan manajemen peternakan adalah perempuan.

Yuliani, (57) warga Desa Sentra Tahu, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, seorang perempuan yang bertahan dan bangkit lewat usaha peternakan. Ibu dua anak ini berupaya sekeras mungkin untuk bisa menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang kuliah dengan usaha seorang diri.

Yuliani yang awalnya hanya bermitra sebagai penyuplai pakan ternak. Namun, melihat konsistensi, ketekunan, dan cara Yuliani merawat ternaknya, Dompet Dhuafa Lampung kemudian memberikan kepercayaan lebih besar dengan menjadikan mitra kurban.

“Perempuan tidak cukup hanya bergantung. Kita tidak tahu sampai kapan bisa bergantung pada suami. Perempuan harus bisa berdaya, bisa mencari nafkah tanpa mengabaikan keluarga,” kata Yuliani, Jumat (24/4/2026).

Baca Juga: Hingga 2025, Dompet Dhuafa Serap 41 Juta Jiwa Lebih Penerima Manfaat

Sementara perempuan tangguh lainnya datang dari Sukabumi, Jawa Barat. Yuyum merupakan salah seorang mitra peternak dan pengurus aktif di Koperasi Peternak Serba Usaha (KPSU) Riung Mukti, Sukabumi—mitra pemberdayaan ternak Program kurban binaan Dompet Dhuafa sejak tahun 2009.

Sebagai warga asli Sukabumi, Yuyum telah dikenal masyarakat sebagai sosok wanita tangguh dan pekerja keras.

Perlahan, jalan Yuyum mulai menemukan arahnya ketika ia bergabung sebagai penerima manfaat program kurban Dompet Dhuafa.

Kesempatan itu menjadi titik penting dalam perjalanan hidupnya. Pada 2012, Yuyum menjadi satu-satunya peternak perempuan yang tergabung di KPSU Riung Mukti, Sukabumi.

“Alhamdulillah, dengan cara seperti ini, saya ngurusin anak kambing tapi anak saya bisa sekolah, saya terharu-lah, ikut aja karena saya gak punya modal untuk menyekolahkan anak. Alhamdulillah ini terbuka jalan. Berkah ini banyak manfaatnya, terus selanjutnya kan saya ikutin terus, anak (kedua) masuk (sekolah),” ujar Yuyum penuh haru.

Berkat usahanya, kini sang anak dapat menjadi guru di tingkat SMP. Sebelumnya ia mengambil jurusan D3 Pendidikan, sementara anaknya yang lain mengambil jurusan perbankan.

“Jadi sampai sekarang, alhamdulillah dia ngajar, bermanfaat di SMP,” pungkas Yuyum.

Berita Terkait
Berita Terkini