SUKABUMIUPDATE.com – Momentum Hari Popcorn Sedunia yang jatuh pada 19 Januari menjadi waktu yang tepat untuk menilik rapor hijau komoditas jagung di Jawa Barat (Jabar).
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, tren produksi jagung di wilayah "Tanah Pasundan" menunjukkan peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir, di mana Kabupaten Sukabumi konsisten menjadi salah satu pilar utamanya.
Pemerintah Provinsi Jabar melalui akun instagram resmi Humas Jabar dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhorti) Jabar pada Selasa (20/1/2026), mengonfirmasi bahwa posisi Jabar kini kokoh di jajaran 10 besar provinsi penghasil jagung nasional.
Tren Positif Produksi Jagung Jawa Barat
Data BPS mencatat, pada tahun 2023 luas panen jagung di Jawa Barat mencapai 76,90 ribu hektare dengan total produksi sebesar 577,19 ribu ton. Angka tersebut meningkat pada 2024 dengan luas panen 81,13 ribu hektare dan produksi mencapai 596,51 ribu ton.
Peningkatan paling signifikan terjadi pada tahun 2025. Luas panen jagung di Jawa Barat tercatat mencapai 114,92 ribu hektare dengan total produksi sebesar 835,11 ribu ton. Capaian tersebut menempatkan Jawa Barat masuk dalam 10 besar provinsi penghasil jagung di Indonesia.
Baca Juga: Apel Pagi Distanhorti Jabar Bahas Strategi Peningkatan Produktivitas Pangan
Sejumlah daerah tercatat sebagai penyumbang utama produksi jagung Jawa Barat pada 2025, di antaranya Kabupaten Garut, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Majalengka.
Khusus Kabupaten Sukabumi, kontribusi produksi jagung tergolong menonjol. Berdasarkan data Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi, produksi jagung pada tahun 2025 mencapai 126.184,31 ton atau setara 120,76 persen dari target nasional.
Kaya Manfaat, Pemprov Jabar Imbau Cara Konsumsi yang Sehat
Jagung diketahui memiliki berbagai manfaat kesehatan, di antaranya sebagai sumber energi karena kandungan karbohidrat dan kalorinya, membantu melancarkan pencernaan berkat kandungan serat, serta mengandung antioksidan yang berperan melindungi sel tubuh dari radikal bebas.
Selain itu, jagung juga mengandung lutein dan zeaxanthin yang baik untuk kesehatan mata, serta fosfor yang penting untuk menjaga kesehatan tulang.
Seiring meningkatnya produksi, Pemprov Jabar mengimbau masyarakat untuk mengonsumsi jagung dengan cara direbus atau dikukus agar manfaat kesehatannya dapat diperoleh secara optimal.
Cara pengolahan dengan suhu stabil seperti mengukus dinilai lebih baik daripada menggoreng atau membakar, karena menjaga kandungan antioksidan dan vitamin agar tidak rusak. (adv)





