SUKABUMIUPDATE.com – Pemerintah Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, mulai memetakan potensi wisata lokal menjadi satu paket terpadu guna menarik wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Sedikitnya enam destinasi unggulan disiapkan sebagai ikon yang menggabungkan wisata sejarah, edukasi, alam, hingga petualangan.
Camat Warungkiara, Toni Sugiharto, mengatakan program tersebut merupakan salah satu prioritas pemerintah kecamatan untuk mengangkat potensi yang selama ini belum tergarap secara maksimal.
"Program saya adalah paket wisata enam desa dengan enam paket wisata. Mulai dari PLTA Ubrug, budidaya ikan arwana dan ikan dewa, Damarraja Farm, Gemstone Warungkiara, arung jeram atau riam jeram, hingga Situ Halimun," ujar Toni kepada sukabumiupdate.com, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, setiap destinasi memiliki keunikan tersendiri yang dapat menjadi daya tarik wisatawan. PLTA Ubrug, misalnya, akan dikembangkan sebagai wisata edukasi berbasis sejarah. Lokasi pembangkit listrik yang dibangun sejak masa kolonial Belanda itu dinilai memiliki nilai historis tinggi dan berpotensi menjadi destinasi unggulan di Sukabumi.
"PLTA Ubrug memiliki konsep wisata edukasi karena dibangun sejak zaman Belanda. Ke depan sangat strategis untuk dijadikan wisata sejarah," katanya.
Baca Juga: Pemkot Sukabumi Lempar Rencana Pengajuan Pinjaman PT SMI ke DPRD
Selain itu, Warungkiara juga memiliki potensi konservasi melalui budidaya ikan dewa atau ikan soro yang merupakan spesies langka dan dilindungi.
"Ikan dewa ini sudah termasuk langka dan harus kita jaga. Jagoan ikan dewa yang paling baik ada di Ubrug. Ini bisa menjadi wisata edukasi sekaligus konservasi," ungkap Toni.
Potensi lainnya berada di Damarraja Farm yang menawarkan konsep agrowisata modern. Di kawasan tersebut, wisatawan dapat melihat budidaya melon dan berbagai jenis sayuran yang dinilai cocok untuk wisata keluarga maupun edukasi pertanian.
Tak hanya itu, Warungkiara juga ingin mengangkat kembali Gemstone sebagai identitas daerah. Toni mengungkapkan, batu mulia khas Warungkiara justru sudah lebih dikenal di luar negeri dibandingkan masyarakat lokal.
"Gemstone Warungkiara sudah dikenal di luar negeri, tetapi masyarakat kita sendiri belum banyak yang tahu. Padahal batu-batu purbakala ini sudah dipoles menjadi ornamen yang digunakan di berbagai bangunan penting, baik perbankan maupun gedung pemerintahan," jelasnya.
Baca Juga: Prabowo: Ada 'Londo Ireng' Berkedok Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Sementara itu, sektor wisata petualangan akan diperkuat melalui pengembangan kembali arung jeram atau riam jeram yang pernah menjadi salah satu pelopor wisata arung jeram di Jawa Barat.
"Riam jeram Warungkiara sudah dikenal luas di Jawa Barat. Karena itu harus kita hidupkan kembali agar menjadi ikon Kecamatan Warungkiara," katanya.
Destinasi terakhir yang menjadi andalan adalah Situ Halimun. Kawasan tersebut tengah dipersiapkan menjadi bumi perkemahan (Buper) skala kabupaten yang direncanakan mampu menampung hingga 10 ribu peserta.
"Alhamdulillah sekarang ada rencana pembangunan bumi perkemahan di Situ Halimun. Mudah-mudahan mendapat dukungan pemerintah kabupaten maupun pusat. Kehadiran Buper ini diharapkan dapat menopang sektor pariwisata sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat," ujar Toni.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung pengembangan enam paket wisata tersebut. Menurutnya, kemajuan sektor pariwisata akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan UMKM, membuka lapangan kerja bagi pemuda, serta mendorong pembangunan infrastruktur di Warungkiara.
Baca Juga: BKN Uji Coba ASN Kerja Dekat Rumah, Zudan: Hemat Biaya, Bahagia dan Kinerja Meningkat
"Mari kita dukung program pariwisata ini. Tujuannya bukan hanya menghadirkan destinasi wisata baru, tetapi juga memajukan perekonomian masyarakat. Dengan berkembangnya wisata, mudah-mudahan infrastruktur yang selama ini diharapkan masyarakat juga dapat ikut berkembang," pungkasnya.
















