Polemik LCC Empat Pilar Berujung Permintaan Maaf MPR RI, Juri dan MC Dinonaktifkan

Sukabumiupdate.com
Rabu 13 Mei 2026, 12:19 WIB
Polemik LCC Empat Pilar Berujung Permintaan Maaf MPR RI, Juri dan MC Dinonaktifkan

Polemik LCC Empat Pilar Berujung Permintaan Maaf MPR RI, Juri dan MC Dinonaktifkan (Sumber : Instagram/@mprgoid)

SUKABUMIUPDATE.com - Polemik ketidakadilan dalam penjurian Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tengah menjadi sorotan publik.

Menanggapi insiden tersebut, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menyampaikan permintaan maaf secara terbuka yang diunggah ke akun instagram resmi MPR pada Selasa, 12 Mei 2026.

"MPR RI melalui Sekretariat Jenderal MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian dewan juri yang menyebabkan polemik terkait pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Provinsi Kalimantan Barat," kata MPR dikutip pada Rabu, (13/05/2026)

Pihaknya menegaskan bahwa ajang cerdas cermat seharusnya mengedepankan nilai sportivitas dan keadilan yang tentunya terdapat objektivitas penuh dari dewan juri dalam memberikan penilaian. Karena perlombaan ini merupakan kegiatan berpendidikan dan pembinaan untuk generasi muda.

"MPR RI memahami bahwa kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda, termasuk LCC Empat Pilar, harus menjunjung tinggi nilai sportivitas, objektivitas, keadilan, serta semangat pembelajaran yang konstruktif," sambungnya.

MPR RI telah mengambil tindakan tegas dengan menonaktifkan dewan juri dan MC LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat akibat ketidakadilan dalam penilaian terhadap salah satu peserta.

“Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” lanjutnya.

Baca Juga: Video Lomba Cerdas Cermat Viral, Juri Disebut Tak Konsisten Beri Penilaian

Dari insiden tersebut, MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis perlombaan agar pelaksanaan dapat berjalan dengan baik, transparan, akuntabel, serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“MPR RI akan melaksanakan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan agar pelaksanaannya ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel,” jelasnya.

Selain itu, MPR RI juga menyampaikan apresiasi terhadap para peserta, guru pendamping, panitia daerah, serta masyarakat yang telah memberikan perhatian terhadap pendidikan kebangsaan dan pelaksanaan LCC Empat Pilar.

“Selain itu, MPR RI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru, pendamping, panitia daerah, serta masyarakat yang terus memberikan perhatian terhadap pendidikan kebangsaan dan pelaksanaan LCC Empat Pilar,” ungkapnya.

Di akhir pernyataan, pihak MPR RI juga menerima masukan publik yang akan menjadi bahan evaluasi untuk menjaga kualitas kegiatan dan kepercayaan masyarakat terhadap LCC Empat Pilar yang pastinya inklusif, edukatif, dan berintegritas.

“Masukan publik akan menjadi bahan evaluasi penting demi menjaga kualitas kegiatan dan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembelajaran kebangsaan yang inklusif, edukatif, dan berintegritas,” tulisnya di akhir.

Seperti diketahui, cuplikan video final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalbar menjadi viral usai dewan juri memberikan penilaian tak konsisten terhadap salah satu peserta dari regu C yang berasal dari SMAN 1 Pontianak.

Kontroversi ini bermula ketika pembawa acara memberikan pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan. Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab bahwa anggota BPK dipilih oleh DPR dengan mempertimbangkan masukan dari DPD dan diresmikan oleh Presiden.

Baca Juga: Viral Pasien Diduga Tak Dilayani, Bupati Sukabumi Sidak RSUD Palabuhanratu

Namun, jawaban tersebut kemudian dinilai salah oleh salah satu juri bernama Dyastasita WB dan diberikan pengurangan nilai minus 5. Sementara, Regu B yang berasal dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban serupa dengan Regu C, tapi disebut benar dan mendapatkan nilai 10.

Hal tersebut membuat Regu C merasa keberatan kepada dewan juri dan protes karena mereka telah memberikan jawaban yang sama dengan Regu B, meski juri menilai bahwa Regu C tidak memasukkan bagian DPD dalam jawabannya.

Hal tersebut memicu kritikan tajam dari netizen yang menyebut bahwa dewan juri tidak konsisten dan adil dalam memberikan penilaian terhadap peserta dalam perlombaan tersebut, dan meminta pihak juri untuk memberikan klarifikasi.

Berita Terkait
Berita Terkini