SUKABUMIUPDATE.com - Perjalanan spiritual penuh risiko ditempuh oleh Firdan Abdullah (35), backpacker asal Kampung Cibitung, Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi. Empat tahun menuntaskan misi keliling Indonesia sejak 2020, Firdan akhirnya memenuhi nazarnya dengan melakukan perjalanan menuju Mekah melalui jalur darat, sendirian, dengan modal seadanya dan keputusan instan.
Keinginan itu muncul sebagai penutup dari petualangan panjangnya. Ia menyebut perjalanan tersebut sebagai bentuk nazar setelah eksplorasi empat tahun. “Itu kaya semacam nazar. Setelah selesai keliling Indonesia, penutupnya kepikiran ke Mekah. Tahun kemarin kesananya 2024, beresnya bulan puasa,” ungkapnya saat dikonfirmasi Sukabumiupdate.com, Rabu (7/1/2025).
Keberangkatannya pun tak direncanakan matang. Firdan baru membuat paspor sehari sebelum berangkat. “Jujur sebenernya nggak terlalu persiapan banget, langsung aja gitu. Tanggal 29 itu aku baru bikin paspornya, sehari sebelumnya tanggal 28,” kata Firdan.
Modal Minim, Jalur Berubah di Tengah Jalan
Firdan memulai perjalanan dari Sukabumi menuju Pulau Sumatra, lanjut ke Batam dan menyeberang ke Johor Bahru, Malaysia. Dari sana ia bergerak ke Kuala Lumpur dan mengambil jalur tak biasa menuju Thailand melalui Pasir Mas. Namun dana awal Rp10 juta yang ia bawa langsung habis.
“Januari–Februari itu endorsean tutup buku, jadi enggak ada pemasukan. Kebetulan di Thailand ada teman kuliah, jadi aku tinggal di sana sekitar satu bulan lebih sambil nyari income lewat sponsor,” ceritanya. Ia mengaku kirim proposal ke beberapa pihak hingga akhirnya ada yang bersedia membantu. “Ternyata ada yang bantu. Ada yang bantu lah untuk perjalanan selanjutnya,” tambahnya.
Saat uang hanya tersisa Rp2 juta dan ia hampir memutuskan pulang, pesan tak terduga datang. Seseorang menghubunginya untuk memberikan donasi perjalanan senilai Rp10 juta. “Tadinya mau pulang, tapi tiba-tiba ada yang DM mau support 10 juta buat ke Cina,” katanya.
Baca Juga: Media Asing Soroti Kecelakaan Jetski di Sukabumi yang Tewaskan WN Arab Saudi
Tantang Dingin China hingga Minus 17 Derajat
Rencana melewati Myanmar batal karena perang. Firdan pun mengurus visa dan masuk ke China, menghadapi suhu ekstrem yang jauh di luar dugaannya. “Aku nyepelein, cuma bawa sweater. Pas masuk Cina langsung 1 derajat. Akhirnya aku nyari jaket second. Sampai ke Cina barat sampai minus 17, dingin banget,” ujarnya.
Namun di balik tantangan itu, ia menemukan pengalaman penuh keramahan. Ia pernah diajak merayakan Tahun Baru Imlek bersama keluarga warga lokal yang mengetahui ia seorang muslim. “Mereka masak ayam sama ikan. Dan banyak masjid juga. Enggak kesusahan sebagai muslim jalan-jalan ke Cina,” kenangnya.
Terjebak Konflik Pakistan-Iran
Dari China, Firdan bergerak ke Pakistan dan tinggal sebulan bersama mahasiswa Indonesia sembari menunggu tambahan biaya. Niat melanjutkan perjalanan ke Iran kandas karena eskalasi konflik di wilayah Balochistan. Ia dicegah polisi keluar dari area perbatasan demi keselamatan.
Baca Juga: Catat! jadwal Libur dan Cuti Bersama 2026, Bulan Mei Lumayan Banyak
“Aku dikurung sama polisi di perbatasan, enggak boleh keluar hotel sekitar lima harian. Kata polisi enggak aman, banyak kasus, ada bus ditembakin,” tuturnya. Kondisi itu memaksanya mengambil penerbangan dari Quetta menuju Dubai. “Aku lemes banget kaya gagal, tadinya kan mau lewat darat. Demi keselamatan akhirnya terbang,” ucap Firdan.
Sesampainya di Timur Tengah, ia melanjutkan perjalanan darat menuju Riyadh sebelum tiba di Mekah untuk menuntaskan nazar sekaligus melaksanakan umrah.
Belajar Bertahan Hidup dan Meyakinkan Keluarga
Meski baru pertama kali ke luar negeri, Firdan mengaku bertahan berkat pengalaman empat tahun menjelajahi Indonesia dan memanfaatkan teknologi. “Yang penting pas pertama kali datang ke negara tujuan harus ada internet,” katanya.
Keluarganya bahkan tidak mengetahui bahwa ia menuju Mekah. “Jujur ini aku pertama kali nggak bilang. Keluarga taunya pergi backpacker keliling Indonesia. Tiba-tiba lihat video aku kok ke Mekah,” katanya sambil menyebut sang ibu sempat khawatir.
Baca Juga: Heboh Grok AI di X Ubah Foto Jadi Konten Asusila, Komdigi Ancam Blokir!
Kini, Firdan yang berprofesi sebagai travel content creator sudah kembali ke Sukabumi. Ia berencana melanjutkan misi baru. “Pengen ke Eropa jalur darat juga. Paling akhir tahun ini atau tahun depan, lagi nyari sponsornya,” ungkapnya.
Firdan menyimpulkan satu pesan dari perjalanannya: keberanian adalah awal dari semua hal. “Pesannya berani aja sih. Kalau mau punya keinginan untuk ke suatu tempat, jalan aja. Biasanya kalau udah di jalan semuanya mudah. Justru yang sulit itu pikiran kita sendiri,” ujarnya.



