Diagnosa ISPA Sebelum Meninggal, Anak Jadi Korban Dugaan KDRT di Jampangkulon Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Jumat 20 Feb 2026, 15:27 WIB
Diagnosa ISPA Sebelum Meninggal, Anak Jadi Korban Dugaan KDRT di Jampangkulon Sukabumi

Ilustrasi Dugaan Korban KDRT.

SUKABUMIUPDATE.com - Kematian NS, anak laki-laki berusia 12 tahun di Jampangkulon Kabupaten Sukabumi Jawa Barat viral di media sosial. Banyak warganet menyebut NS adalah korban KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), hingga meninggal dunia.

Kabar ini viral bersama video yang beredar luas di grup WhatsApp dan media sosial Facebook warga Pajampangan. Dalam rekaman memperlihatkan seorang anak laki-laki berinisial NS (13), yang akrab disapa Raja, dalam kondisi mengalami luka-luka saat menjalani perawatan di RSUD Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi.

NS diketahui selama ini menetap di Kampung Talagasari, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi. Dalam video yang beredar, tampak Ketua Yayasan Forum Silaturahmi Barisan Benteng Pajampangan (YFSBBP), Isep Dadang Sukmana, mendampingi keluarga korban di rumah sakit.

Baca Juga: Ngabuburit Adem di Pantai Cempaka Ratu Sukabumi, Teduh di Bawah Rindangnya Pandan Laut

Kabar yang berkembang di media sosial menyebutkan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Ketua YFSBBP Isep Dadang Sukmana membenarkan bahwa korban meninggal dunia pada Kamis sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Iya benar, korban meninggal dunia sekitar pukul 16.00 WIB,” ujar Isep.

Ia menjelaskan, NS merupakan putra dari Anwar Satibi alias Kawang, Ketua YFSBBP Kecamatan Surade. Korban diketahui adalah siswa kelas 1 SMP, sambil menjalani pendidikan pesantren. Selama ini, korban tinggal bersama ibu sambungnya di Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon.

Baca Juga: Film Para Pencari Tuhan Jilid 19: Ini Sinopsis, Daftar Pemain, dan Jadwal Tayangnya

Penjelasan Medis

Dokter Puskesmas Jampangkulon, Adi Yusuf, menjelaskan bahwa pada 6 Februari 2026 korban sempat berobat ke Puskesmas dengan keluhan panas, batuk, dan pilek.

Pasien datang dengan keluhan demam, batuk, pilek, serta sakit ulu hati. Diagnosis sementara infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Kami berikan obat paracetamol, vitamin B6, antasida, dan obat batuk. Riwayat penyakit sebelumnya tidak ada,” jelasnya.

Menurut Adi Yusuf, berdasarkan rekam medis elektronik, korban tercatat baru pertama kali berobat ke Puskesmas Jampangkulon, dengan alamat Kampung Cimandala, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade.

Baca Juga: Resahkan Warga, 25 Pemuda Terlibat Perang Sarung di Cibitung Sukabumi Diciduk Polisi

Polisi Tunggu Otopsi

Keluarga berharap kasus ini dapat diusut secara tuntas untuk mengungkap penyebab pasti meninggalnya korban. Jenazah korban kini telah dibawa ke Sukabumi RS Bhayangkara Secapa untuk kepentingan autopsi sebagai bagian dari penyelidikan.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono, membenarkan peristiwa tersebut dan menyebutkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

"Ini mau otopsi untuk dugaan terhadap narasi (KDRT) tersebut. Kami masih menunggu hasil otopsi," kata Hartono, pada Jumat (20/2/2026).

Baca Juga: Asma Kambuh, Diding Boneng Dilarikan ke Rumah Sakit, Dirawat Intensif

Kondisi korban saat menjalani perawatan sebelumnya disebut sangat memprihatinkan. Dari rekaman video yang sempat beredar di media sosial saat korban dirawat di RSUD Jampangkulon, terlihat luka lebam cukup parah di bagian wajah, khususnya di sekitar mata yang tampak membiru. Selain itu, terdapat luka terbuka di bagian paha yang diduga menyerupai luka bakar atau akibat benda panas.

Isu dugaan penganiayaan pun sempat mencuat di tengah masyarakat, termasuk kabar bahwa korban diduga mengalami kekerasan serius. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh informasi tersebut masih dalam proses pendalaman dan belum dapat disimpulkan sebelum hasil autopsi keluar.

Kepolisian juga menghimbau masyarakat agar tidak menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi serta menunggu hasil resmi dari tim forensik yang akan menjadi dasar penentuan langkah hukum selanjutnya.

 

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini